Suara.com - Persipura Jayapura menghidupkan asa mereka untuk tetap bertahan di Liga 1 musim depan. Adalah kemenangan atas PSIS Semarang yang jadi penyebabnya.
Saling berhadapan di pekan ke-33 BRI Liga 1 2021/2022, Kamis (24/3/2022) lalu, Persipura mampu menuntaskan perlawanan PSIS dengan skor telak 4-0.
Empat gol Persipura masing-masing dicetak oleh Yohanes Pahabol, Yevhen Bokhashvili, Ramiro Fergonzi, dan Ramai Rumakiek.
Bagi Persipura, tambahan tiga poin membuat tim Mutiara Hitam masih punya peluang untuk lolos dari jeratan degradasi.
Persipura memang masih menduduki peringkat ke-16 klasemen sementara BRI Liga 1 2021/2022 sebagai posisi teratas di zona merah dengan 33 poin. Tapi, mereka cuma terpaut dua poin dari Barito Putera dan tiga poin dari PSS Sleman.
Dengan menyisakan satu pekan lagi di musim 2021/2022, ini artinya tiga tim tersebut masih berpeluang untuk terdegradasi sekaligus masih punya peluang untuk bertahan di kasta tertinggi.
Hitung-hitungan yang bisa terjadi pun cukup beragam. Tapi paling penting buat Persipura adalah mereka harus meraih kemenangan melawan Persita Tangerang pada laga pekan pamungkas mereka yang akan dihelat Kamis (1/4/2022) nanti.
Hanya kemenangan yang bisa membuat peluang mereka untuk tidak terdegradasi semakin besar. Jika mampu menang melawan Persita, Persipura juga masih harus menunggu hasil tim lain.
Persipura bisa lolos degradasi jika Barito Putera kalah dari Persib Bandung dan PSS kalah dari Persija. Menilik calon lawan para pesaing mereka, Persipura memang punya peluang.
Baca Juga: Fokus ke Piala AFC, Persib Bandung Sudah Ikhlas Gagal Juara Liga 1
Akan tetapi, Persipura tak boleh lengah karena pada pertemuan pertama dengan Persita musim ini, Persipura kalah dengan skor 1-2.
Jika Persipura kalah, bisa dipastikan mereka akan terdegradasi ke Liga 2 musim depan karena meski PSS dan Barito pun menelan kekalahan, selisih poin mereka tak akan berubah.
Sama halnya jika bermain imbang dengan Persita, Persipura juga dipastikan bakal degradasi musim depan, meski Barito Putera dan PSS Sleman kalah dari lawan-lawannya.
[Aditia Rizki]
Berita Terkait
-
Hendra Carabao Dukung Kebangkitan Persma 1960 Manado, Carabao Hydration Jadi Partner Klub Badai Biru
-
Ikat Rizky Ridho Sampai 2028, Bos Persija: Kami Dukung ke Luar Negeri
-
Manchester United Kehilangan Sponsor Rp 400 Miliar per Tahun, Terancam Bangkrut?
-
Fabio Lefundes Lebih Cocok Latih Timnas Indonesia Dibanding Timur Kapadze?
-
Jadwal BRI Super League Pekan ke-11 Besok: Persija Main!
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Siapa Asisten Pelatih Lokal Dampingi John Herdman?
-
Zidane hingga Southgate, 7 Kandidat Pengganti Ruben Amorim di Manchester United Versi Media Inggris
-
Dipecat Manchester United, Legenda Liverpool Sebut Ruben Amorim Gak Kompeten
-
Darren Fletcher Mantan Pemain Keempat yang Jadi Pelatih Sementara Manchester United
-
Profil Pemilik Putra Jaya Pasuruan, Klub yang Viral Pemain Tendang Dada Lawan
-
Emil Audero Lebih Menonjol dari David de Gea dalam Laga Cremonese vs Fiorentina
-
Apa Penyebab Pelatih Manchester United Ruben Amorim Dipecat?
-
6 Kandidat Pengganti Ruben Amorim di Manchester United: Dari Xavi hingga Enzo Maresca
-
John Herdman Diberi Target Berjenjang Demi Hasil Maksimal Efektif
-
Polemik Gaji John Herdman: Shin Tae-yong Sampai Terseret-seret, Kluivert Jadi Musuh Bersama