- Kerusuhan suporter dalam berbagai pertandingan sepak bola Indonesia menyebabkan klub menerima sanksi berat dari Komdis PSSI.
- Sanksi berupa larangan penonton dan denda mengakibatkan kerugian finansial signifikan serta mengganggu operasional rutin klub sepak bola.
- Pakar menyarankan penerapan teknologi identifikasi, penindakan hukum bagi pelaku, serta edukasi perilaku suporter untuk mencegah kerusuhan berulang.
Suara.com - Fenomena kerusuhan suporter kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Aksi turun ke lapangan, penyalaan flare, hingga perusakan fasilitas stadion masih terus terjadi dan berujung pada sanksi dari Komdis PSSI.
Ironisnya, hukuman yang dijatuhkan kerap tidak membuat efek jera. Klub justru menjadi pihak yang paling dirugikan, baik secara finansial maupun reputasi.
Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah klub harus menerima konsekuensi besar akibat ulah oknum suporter. Persela Lamongan pernah dijatuhi hukuman bermain tanpa penonton selama satu musim penuh usai terjadi kerusuhan di stadion.
Sanksi tersebut berdampak serius terhadap kondisi keuangan klub. Kehilangan pemasukan tiket dan menurunnya minat investor menjadi pukulan berat yang harus ditanggung tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu.
Situasi serupa kini dialami Persipura Jayapura. Klub asal Papua tersebut juga mendapat hukuman larangan bermain tanpa penonton selama satu musim.
Akibatnya, Persipura kehilangan dukungan langsung suporter sekaligus pemasukan pertandingan yang selama ini menjadi salah satu sumber finansial klub.
Di sisi lain, biaya operasional tim tetap berjalan. Pengeluaran untuk transportasi hingga akomodasi pemain tetap harus dipenuhi, sementara pemasukan dari stadion nyaris tidak ada.
Kasus terbaru kembali muncul dalam laga PSM Makassar kontra Persib Bandung. Aksi oknum suporter yang masuk ke lapangan membuat klub kembali terancam menerima sanksi tambahan.
Pengamat sepak bola Doni Setiabudi menilai hukuman yang selama ini diberikan sebenarnya sudah cukup berat dan terasa bagi klub.
Baca Juga: Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
"Kalau saya berkaca dari beberapa pertandingan terakhir yang memang sering terjadi kerusuhan atau suporter masuk ke lapangan, sebenarnya hukuman itu cukup terasa," kata Doni dalam keterangannya.
"Contohnya Persib Bandung yang kena denda AFC sampai Rp3,5 miliar dan larangan didampingi penonton beberapa pertandingan. Itu jelas berat dan sangat merugikan klub," ujar Doni.
Pria yang akrab disapa Kang Jalu itu menegaskan Komdis PSSI harus menjalankan regulasi secara konsisten tanpa pandang bulu agar sanksi benar-benar memiliki wibawa.
"Kalau regulasinya mengatakan pelanggaran tertentu hukumannya sekian, ya harus diterapkan seperti itu. Jangan sampai sanksi muncul berdasarkan persepsi atau suka tidak suka terhadap klub tertentu,” kata Doni.
Namun menurutnya, persoalan utama tidak hanya terletak pada hukuman, melainkan budaya suporter di Indonesia yang dinilai masih sulit menerima kekalahan.
Dalam sepak bola, hasil pertandingan hanyalah menang, kalah, atau seri. Sayangnya, emosi berlebihan kerap memicu tindakan yang justru merugikan klub sendiri.
Berita Terkait
-
Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
-
Persipura Jayapura Turut Rayakan Arsenal Juara Premier League
-
Persib Bandung Disanksi Komdis PSSI Jelang Penentuan Gelar Super League
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Kebanyakan Tampil di Kandang, PSSI Akui Timnas Indonesia Belum Menarik Bagi Negara Lain
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Inter Keliling Dunia! Chivu Bawa Nerazzurri ke Jerman, Hong Kong, Indonesia?
-
Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
-
Kiper Buangan Pep Guardiola Bongkar Kunci Sukses Arsenal Juara Liga Inggris
-
Cesc Fabregas Ngelamar Jadi Pelatih Inter dengan Presentasi PowerPoint Berujung Ditolak
-
Conte Balik ke Juventus? Drama 12 Tahun yang Bisa Berakhir Musim Panas Ini
-
Piala Dunia 2026 Terancam Ricuh, Pekerja Stadion Los Angeles Ancam Mogok
-
Liverpool Rilis Jersey Baru 2026/2027, Desainnya Bikin Fans Nostalgia Era Keemasan
-
Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
-
Daftar Top Skor Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Kylian Mbappe Incar Rekor Baru di 2026
-
Ancelotti Lebih Pilih Neymar, Joao Pedro: Mimpi Saya Tampil di Piala Dunia Dihancurkan