- Maarten Paes membawa Ajax menang adu penalti melawan FC Utrecht di Stadion Kras pada 24 Mei 2026.
- Paes tampil gemilang dengan menepis dua tendangan penalti untuk memastikan Ajax lolos ke kompetisi Liga Konferensi Eropa.
- Pelatih Oscar Garcia memuji kelincahan Paes meski sempat meremehkan efektivitas latihan penalti bagi para pemainnya sebelum pertandingan.
Suara.com - Juru taktik Ajax Amsterdam, Oscar Garcia secara terang-terangan melayangkan kekaguman setelah menyaksikan aksi memukau kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes di bawah mistar gawang.
Maarten Paes menjadi pahlawan krusial yang mengantarkan Ajax memenangi babak adu penalti melawan FC Utrecht pada partai final playoff kualifikasi Europa Conference League.
Pertandingan perebutan tiket kompetisi Eropa tersebut diselenggarakan di Stadion Kras, Volendam, pada Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Laga berlangsung sengit, di mana klub raksasa Belanda berjuluk De Godenzonen tersebut sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Davy Klaassen sebelum disamakan oleh pemain Utrecht, Gjivai Zechiël.
Kedudukan imbang 1-1 bertahan hingga 90 menit waktu normal serta babak tambahan waktu 2 kali 15 menit berakhir, sehingga pemenang harus ditentukan lewat babak tos-tosan yang dimenangi Ajax dengan skor 4-3.
Dalam babak adu penalti tersebut, empat eksekutor Ajax berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Sementara itu, Maarten Paes tampil gemilang dengan mementahkan dua tendangan penalti dari bintang Utrecht, yakni Sebastien Haller dan Souffian El Karouani guna menyegel tiket Liga Konferensi Eropa untuk musim depan.
Kebetulan ini membuat arsitek taktik asal Spanyol, Oscar Garcia terkejut lantaran sebelumnya ia tidak menyadari keahlian khusus yang dimiliki oleh kiper berdarah Kediri tersebut.
"Tidak, saya tidak tahu dia bisa melakukan ini, tetapi sekarang saya tahu. Dia adalah kiper yang sangat lincah dan sangat bagus," tutur Oscar Garcia dikutip dari Voetbal Primeur.
Baca Juga: Tristan Gooijer Terpantau Liburan di Indonesia, Sekalian Urus Dokumen?
Meskipun sangat mengapresiasi penampilan apik Paes, Garcia menilai bahwa anak asuhnya seharusnya tidak perlu memeras keringat hingga babak adu penalti seandainya mereka mampu memaksimalkan peluang di waktu normal.
"Terlepas dari kehebatan Paes. Saya pikir kita tidak perlu sampai adu penalti, karena kita bisa memenangkan pertandingan ini lebih awal," lanjut pelatih asal Spanyol.
Di samping itu, Garcia juga membeberkan fakta menarik mengenai persiapan timnya yang tergolong minim dalam menghadapi skenario adu penalti.
Ia mengakui bahwa dirinya tidak mengagendakan latihan khusus untuk penalti karena menilai kondisi mental di sesi latihan sangat jauh berbeda dengan atmosfer di pertandingan sesungguhnya.
"Kami melakukannya selama sesi latihan terakhir, tetapi jujur saja, saya tidak percaya pada latihan penalti," kata Garcia lagi.
Meskipun dirinya sempat melarang, para pemain Ajax justru berinisiatif sendiri untuk tetap berlatih mengeksekusi penalti menjelang laga final tersebut.
"Tekanannya tidak sama, kipernya sama, perasaannya berbeda. Semua pemain sepak bola profesional bisa mencetak gol dan gagal mengeksekusi penalti. Para pemain mulai berlatih, saya bilang itu tidak perlu, tetapi mereka tetap menginginkannya," tandas Oscar Garcia.
Berita Terkait
-
3 Klub Pemain Timnas Indonesia yang Berhasil Amankan Tiket Kompetisi Eropa
-
Tangis Maarten Paes Pecah Usai Selamatkan Ajax, Kenneth Perez Malah Beri Sindiran Pedas
-
Pasrah! Maarten Paes Bingung soal Masa Depannya Meski Jadi Pahlawan Ajax
-
Maarten Paes Tepis 2 Penalti: Saya Mempelajari Semua Tendangan Lawan
-
Maarten Paes Menggila! Jadi Pahlawan Ajax Dapat Tiket Kualifikasi Liga Konferensi Eropa
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
-
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau
-
Cara Mengubah Pecahan ke Persen dengan Mudah: Begini Rumus dan Langkah-langkahnya