Suara.com - Gelaran Piala Dunia Qatar 2022 digelar dalam hitungan bulan ke depan, masing-masing negara unggulan memiliki pemain bintang dengan nilai jual fantastis hingga dibanderol harga selangit.
Selain terkenal penampilannya saat membela klub, deretan pemain tim-tim unggulan di Piala Dunia Qatar 2022 ini juga mempunyai nilai pasaran tinggi.
Meskipun tidak semua pemain, sisi positif hadirnya pemain ini adalah membuat pemain lain termotivasi hingga tampil ciamik bersama tim nasional.
Karena performa saat bermain bersama tim nasional akan berpengaruh pada nilai jual mereka di pasaran, selain itu harga para pemain ini juga bisa menjadi tolok ukur kekuatan timnas.
Semakin baik penampilan pemain akan berdampak pada nilai pasar mereka dan hal itu juga akan berdampak pada kualitas tim nasional.
Berikut ini negara-negara kontestan Piala Dunia Qatar 2022 dengan nilai skuat fantastis berkat para pemain yang ada di dalamnya.
Timnas Jerman - 666 juta poundsterling
Bisa dibilang para pemain timnas Jerman memiliki nilai pasaran yang tidak terlalu tinggi, tetapi angka skuat mereka mencapai 666 juta pound atau sekitar Rp12,53 triliun.
Pemain termahal yang dimiliki saat ini adalah bek Bayern Muenchen, Joshua Kimmich dengan nilai pasaran 76,5 juta poundsterling.
Baca Juga: Bukan Timnas Indonesia U-23, Pelatih Malaysia Ungkap Calon Juara SEA Games 2021
Selain itu ada pula Leroy Sane dan Kai Havertz (63 juta poundsterling) serta Marc Andre Ter Stegen (40 juta poundsterling).
Timnas Portugal - 672 juta poundsterling
Pemain mahal yang dimiliki Portugal saat ini tak hanya Cristiano Ronaldo, melainkan dada beberapa yang lain.
Di antaranya seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Joao Felix dan Diogo Jota yang bermain di dua kompetisi besar Eropa, Liga Inggris dan Liga Spanyol.
Timnas Spanyol - 705 juta poundsterling
Spanyol bisa dibilang minim pemain mahal, mengingat setiap permainan yang diusung hanya membutuhkan pemain-pemain yang bisa bermain secara kolektif.
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Singgung Timnas Indonesia
-
Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta
-
Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung