Suara.com - Liverpool telah mengkonfirmasi transfer Fabio Carvalho dari Fulham dalam sebuah kesepakatan senilai 8 juta pounds (sekitar Rp147 miliar), Senin (23/5/2022).
Gelandang serang Portugal berusia 19 tahun itu secara resmi akan pindah ke Anfield pada 1 Juli 2022, demikian seperti dilansir BBC.
Fulham dipastikan promosi ke Liga Inggris musim depan setelah memenangkan Divisi Championship (divisi dua) musim ini.
Carvalho sendiri diketahui telah menandatangani kontrak lima tahun, dengan pihak Liverpool juga telah memasukkan klausul pelepasan sebesar 20 persen dalam kesepakatan tersebut.
Liverpool awalnya ingin mengontrak Carvalho pada Januari 2022 lalu, dengan menyetujui kesepakatan di hari terakhir bursa transfer.
Akan tetapi, Carvalho tetap bertahan di Fulham untuk paruh kedua musim 2021/2022 karena Liverpool tidak dapat merampungkan kepindahan sang pemain tepat waktu sebelum bursa transfer ditutup.
Meskipun demikian, Liverpool selalu yakin Carvalho akan pindah ke Anfield.
Carvalho sendiri sebelumnya sempat tampil di Liga Inggris, membuat empat penampilan di akhir musim 2020/2021 dan mencetak satu gol sebelum Fulham terdegradasi
Dia menjadi pemain reguler untuk Fulham, dengan mencetak 11 gol dalam 38 pertandingan di semua kompetisi musim ini.
Baca Juga: Kylian Mbappe Tolak Pinangan Real Madrid via WhatsApp
Carvalho bermain untuk Timnas Inggris di level junior, tetapi melakukan debutnya bersama Portugal U-21 pada Maret lalu.
Dia adalah jebolan akademi Fulham dan masuk nominasi Pemain Muda Terbaik Divisi Championship musim ini.
"Fabio adalah talenta hebat dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengamankannya di sini dengan kontrak yang lebih lama sehingga dia bisa bermain di Liga Inggris bersama Fulham," kata pemilik klub Tony Khan.
“Itu terbukti tidak berhasil, tetapi kami mampu mempertahankannya di paruh kedua musim dan untuk itu saya tahu dia akan selalu dikenang dengan sangat baik oleh para penggemar kami.”
[Antara]
Berita Terkait
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Liverpool Pertimbangkan Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah untuk Bradley Barcola
-
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan