Suara.com - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengambil siasat ketika anak asuhnya harus menghadapi cuaca panas di Kuwait jelang Kualifikasi Piala Asia 2023.
Timnas Indonesia telah tiba di kuwait untuk bertanding di Kualifikasi Piala Asia 2023. Di sana, skuad Garuda langsung menghadapi tantangan cuaca panas.
Pasalnya kini Kuwait sudah memasuki musim panas, sehingga suhu rata-rata bisa mencapai 45 derajat celcius pada siang hari.
Menghadapi cuaca panas itu membuat Shin Tae-yong harus putar otak. Pelatih asal Korea Selatan itu tetap menggelar latihan, tapi diadakan pagi hari.
Hal tersebut dilakukan agar pemain timnas Indonesia bisa melakukan adaptasi cuaca di Kuwait. Meski berlatih di pagi hari, cuaca yang dihadapi juga masih panas karena suhunya mencapai 40 derajar celcius.
"Memang suhu di pagi sampai 40 derajat celcius. Walaupun kita lelah, kita tidak bisa hanya di kamar saja, kita harus adaptasi lebih cepat. Jadi bisa dibilang latihan pagi ini sebagai latihan adaptasi terhadap cuaca," ucap Shin Tae-yong dikutip dari YouTube PSSI.
Bukan hanya cuaca, Shin Tae-yong menegaskan bahwa jetlag sempat menjadi masalah. Kendati begitu, hal tersebut harus dilawan dan skuad Garuda wajib memanfaatkan persiapan laga sebelum Kualifikasi Piala Asia 2023.
"Memang kita masih jetlag yang menjadi masalah. Tapi kita harus melawan itu dan juga masih ada waktu 3-4 hari sebelum pertandingan," imbuhnya.
Sementara itu, timnas Indonesia akan langsung menghadapi tuan rumah Kuwait di laga perdana Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Rabu (8/6/2022).
Baca Juga: 4 Alasan Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Piala Asia 2023
Kemudian Marc Klok cs akan melawan Yordania pada 12 Juni. Tiga hari berselang, skuad Garuda menjalani laga terakhir menghadapi Nepal pada 15 Juni.
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Panas Teror Timnas Indonesia di Kuwait, Irfan Jaya: Harus Segera Adaptasi
-
Tanpa 2 Pemain Kunci, Media Vietnam Sebut Peluang Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023 Tipis
-
Turnamen Toulon: Indonesia Disebut Negara Kecil Soal Sepak Bola
-
Turnamen Toulon Jadi Pengalaman Berharga Timnas Indonesia U-19 Jelang Piala Dunia U-20
-
Dibungkam Meksiko, Pelatih Akui Timnas Indonesia U-19 Kalah Kelas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!