Suara.com - Membandingkan statistik antara dua rekrutan anyar Liga Inggris, Darwin Nunez dan Erling Haaland. Siapakah yang kelak akan bersinar?
Liga Inggris musim depan akan diramaikan dengan kehadiran dua penyerang muda tajam pada sosok Darwin Nunez dan Erling Haaland.
Keduanya didatangkan oleh dua tim yang memiliki rivalitas panas di Liga Inggris beberapa musim terakhir, yakni Liverpool dan Manchester City.
Darwin Nunez didatangkan Liverpool dari Benfica dengan memecahkan rekor transfer termahal klub dengan mahar total 85 juta poundsterling (Rp1,5 triliun).
Sedangkan Erling Haaland yang lebih dulu didatangkan Manchester City, yakni sejak Mei 2022 lalu, ditebus dengan mahar 51,1 juta poundsterling (Rp923 miliar) dari Borussia Dortmund.
Bukan tanpa alasan Liverpool dan Man City menebus keduanya dengan mahar fantastis dari klub masing-masing.
Baik Darwin Nunez dan Erling Haaland bisa dikatakan sebagai penyerang muda U-23 terbaik di Eropa sepanjang musim 2021/2022 lalu.
Keduanya mampu menggila bersama tim masing-masing di segala ajang, entah itu domestik maupun Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa.
Hadirnya dua penyerang muda nan ganas ini pun membuat beberapa pihak bertanya-tanya, siapakah yang akan bersinar di Liga Inggris musim depan?
Baca Juga: Liverpool Sepakati Harga dengan Benfica, Darwin Nunez Segera Tes Medis
Untuk menjawabnya, perlu melihat statistik antara Darwin Nunez dan Erling Haaland yang terangkum di bawah ini.
Statistik Darwin Nunez dan Erling Haaland
Sepanjang musim lalu atau musim 2021/2022, Darwin Nunez dan Erling Haaland punya statistik yang mumpuni sebagai seorang pemain nomor 9 atau penyerang tengah.
Catatan itu dapat dilihat dari angka-angka di bawah ini, seperti yang dilansir dari Planet Football.
Darwin Nunez (2021/2022)
Jumlah Laga: 41 pertandingan
Gol: 34 gol
Assist: 4 assist
Gol Penalti: 6 gol
Rasio Gol per Menit: 82,9 menit per 1 gol pertandingan
Rasio Gol atau Assist per Menit: 1 gol atau assist per 74,2 menit pertandingan
Berita Terkait
-
Liverpool Sukses Amankan Jasa Darwin Nunez dengan harga Rp1,5 Trilun
-
Klub Liga Inggris Ucapkan Selamat usai Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023
-
Pernah Sama-sama Berseragam Penarol, Begini Beda Nasib Syamsir Alam dengan Darwin Nunez
-
Transfer Beres, Erling Haaland Resmi Teken Kontrak 5 Tahun Bareng Manchester City
-
Merapat ke Anfield, Darwin Nunez Bakal Teken Kontrak Jangka Panjang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan