Suara.com - Vietnam U-19 sedang mempersiapkan tim jelang Piala AFF U-19 2022. Salah satu langkahnya memanggil kiper yang berkarier di Liga Jerman bernama Tran Duy Thanh.
Dinukil dari laporan Zing News pada Kamis (23/6/2022), Tran Duy Thanh merupakan kiper yang besar di Jerman dan orangtunya berasal dari Vietnam. Ia bermain untuk tim muda Ismaning yang berkompetisi di divisi kelima Liga Jerman.
Tran Duy Thanh mengaku bahwa dirinya akan dipromosikan ke tim urama musim ini. Namun, mimpinya ingin bermain untuk klub asal negaranya, Hanoi FC.
Jelang Piala AFF U-19 2022 ini, kiper kelahiran tahun 2022 ini dipanggil berlatih ke tim Vietnam U-19. Sayangnya sang pelatih menyorotinya karena masih kurang impresif.
Sebagai seorang kiper, Tran Duy Thanh memiliki postur yang mumpuni. Ia punya tinggi 1,9 meter yang unggul jika dibandingkan oleh kiper Vietnam U-19 lainnya.
Sayanngya Tran Duy Thanh dikabarkan masih kurang impresif saat berlatih di tim muda Golden Star Warriors. Pelatih Vietnam U-19, Dinh The Nam bahkan sampai turun tangan untuk memberikan instruksi kepadanya.
Tran Duy Thanh disebut masih belum adaptasi dengan cuaca dan budaya di Vietnam. Ia juga terkendala masalah komunikasi karena tidak bisa bahasa Vietnam.
"Kiper muda ini punya banyak kekurangan dan keterbatasan. Terus menerus membuat kesalahan. Duy Thanh tidak bisa bacara Vietnam dengan lancar, jadi ini merupakan penghalang dalam komunikasinya dengan pelatih dan rekannya," tulis laporan Zing News.
"Selama sesi latihan, Duy Thanh bermain salah. Menyebabkan pelatih Dinh The Nam turun langsung untuk mengoreksinya dan memberi instruksi berkali-kali. Pelatih menginstruksikan kiper itu untuk melancarkan serangan darinya dengan mengirim bola akurat ke posisi rekannya," tegasnya.
Baca Juga: Tim Utama Persija akan Tampil di Dua Laga Sisa Piala Presiden 2022
Terlepas dari itu, Vietnam U-19 akan tergabung di Grup A Piala AFF U-19 dengan timnas Indonesia U-19, Thailand, Myanmar, Filipina, dan Brunei Darussalam. Turnamen ini sendiri akan mulai digelar pada 2 Juli 2022 mendatang.
Tag
Berita Terkait
-
Pelatih Vietnam U-19 Tak Sabar untuk Kalahkan Shin Tae-yong di Piala AFF U-19 2022
-
Sesumbar, Kapten Timnas Brunei Tebar Ancaman ke Indonesia Jelang Piala AFF U-19 2022
-
Sepak Terjang Kai Boham, Jim Croque dan Max Christoffel, Pemain Keturunan yang Kemampuannya Dijajal Shin Tae-yong
-
Formasi Timnas Indonesia Andai 3 Pemain Keturunan Main di Piala AFF U-19 2022
-
Media Vietnam Sinis Shin Tae-yong Targetkan Timnas Indonesia U-19 Juara di Piala AFF U-19 2022
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan