- Pangdam XVII Cenderawasih memastikan empat korban penembakan KKB adalah warga sipil, bukan anggota intelijen.
- Insiden penembakan oleh KKB di Papua Pegunungan tersebut memicu komitmen TNI-Polri mengejar para pelaku.
- Danrem 172/PWY telah berangkat ke Wamena untuk berkoordinasi guna menciptakan situasi aman di Papua.
Suara.com - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan empat korban penembakan yang dilakukan KKB bukan anggota intelejen seperti yang beredar di media sosial.
Keempat orang itu adalah warga sipil yakni tiga ASN dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan Aris Sanda yang berprofesi sebagai supir lajuran bukan anggota TNI atau Intel TN.
"Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, di Jayapura, Minggu (20/9/2026).
Ditemui setelah meninjau pelaksanaan bakti sosial donor darah dalam rangka HUT TNI Ke-81, Pangdam XVII Cenderawasih menyatakan, Kodam XVII Cenderawasih turut berbela sungkawa dan berdukacita atas insiden yang dialami warga dan TNI-Polri akan terus mengejar para pelaku.
Berbagai kasus penembakan yang dilakukan KKB terhadap warga sipil, kata Mayjen TNI Febriel, menjadi perhatian serius TNI dengan melakukan berbagai langkah termasuk persiapan personel dan persenjataan untuk mengantisipasi aksi-aksi yang dilakukan KKB.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi sudah ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya untuk berkoordinasi dengan pemda dan masyarakat di wilayah itu.
"Secara teknis saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan namun yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua," kata Mayjen TNI Febriel sebagaimana dilansir Antara.
Ia mengatakan, kasus penembakan yang terjadi di berbagai wilayah di Provinsi Papua Pegunungan membuat TNI-Polri berkomitmen dengan berupaya mengeliminir kekuatan KKB.
"Langkah yang diambil TNI-Polri akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar dapat terlaksana," kata Pangdam XVII Cenderawasih.