Suara.com - Kabar membanggakan datang dari Belanda. Penjaga gawang muda keturunan Indonesia, Iris de Rouw, resmi bergabung dengan klub sepak bola di Negeri Kincir Angin.
Klub sepak bola putri asal Belanda, Sparta Rotterdam Vrouwen, resmi memperkenalkan Iris de Rouw sebagai rekrutan terbarunya, pada Rabu (22/6/2022).
Sebelum resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Sparta Vrouwen, Iris de Rouw sebelumnya sempat bermain bersama ADO Vrouwen, klub sepak bola putri ADO Den Haag.
“Selamat datang, Iris. Sangat senang bisa memiliki kamu di klub ini,” tulis Sparta Rotterdam Vrouwen, Rabu (22/6/2022) via media sosial.
Bahkan, Iris de Rouw juga telah mencatatkan debut bersama Sparta Rotterdam Vrouwen saat bertanding melawan menghadapi Ajax Talents.
“Debut Resmi! Penjaga gawang berusia 17 tahun dari Rhoon melakukan debutnya melawan @ajax.talents Sabtu lalu dengan seragam Spartan dan datang dari @adodhvrouwen,” tulisnya.
“Kami pihak klub berharap bisa menjadi bagian dari impian dan cita-cita dalam karier Anda,” Sparta Rotterdam Vrouwen melanjutkan.
Dari informasi yang dikutip She’s Talentnesia, Iris de Rouw diketahui memiliki garis keturunan Indonesia. Bukan tidak mungkin, ia bisa menjadi salah satu penggawa skuad Garuda Pertiwi di masa depan.
“Dari garis keturunan ibu saya, keluarganya adalah orang Indonesia. Dan nenek saya berasal dari Jawa, Indonesia,” katanya dikutip dari Football Talentnesia.
Baca Juga: Persiapan Piala AFF Putri, Timnas Indonesia Panggil 26 Pemain
Apabila ditelusuri lagi, Iris de Rouw juga mencantumkan bendera Indonesia di bio akun Instagram pribadinya, @irisderouw.
Tentu saja, kehadiran perempuan berusia 17 tahun ini bisa menjadi kabar segar bagi timnas putri Indonesia. Ia bisa dinaturalisasi untuk bermain bersama Garuda Pertiwi.
Meskipun demikian, karena usianya yang masih relatif muda, Iris de Rouw masih membutuhkan jam terbang sebanyak mungkin di Eropa.
Namun, saat nantinya ia sudah mulai matang, maka skuad Garuda Pertiwi layak mempertimbangkan Iris de Rouw untuk mendapatkan status warga negara Indonesia (WNI).
[Muh Adif Setyawan]
Berita Terkait
-
Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026
-
Timnas Putri Indonesia Back-to-Back Juara Piala AFF 2026, Erick Thohir Angkat Topi
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0
-
Malam Ini! Garuda Pertiwi Hadapi Laos di Final AFF Women's Cup 2026
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie