Suara.com - Mengenang momen kocak yang pernah dialami Neymar kala mencoba memesan makanan di sebuah restoran cepat saji saat di Brasil.
Neymar merupakan salah satu bintang sepak bola yang mendunia. Namanya telah melejit sejak dirinya masih berusia muda.
Masih teringat jelas, pamor pemain yang kini berusia 30 tahun itu melejit saat masih bermain di Brasil, di mana dirinya membela Santos.
Di usia remaja, tepatnya pada usia 15 tahun, Neymar telah menjadi perbincangan karena kemampuannya dalam mengolah bola.
Sejak saat itu, namanya makin melejit usai debut bagi Santos pada 2009 di usia yang baru 17 tahun. Ia menjadi perbincangan karena dianggap sebagai The Next Pele.
Namanya tak hanya melejit di Brasil saja, melainkan juga melejit di dunia. Sejak kemunculannya di kancah profesional, Neymar selalu dikaitkan dengan kepindahan ke Eropa.
Berbagai klub papan atas mencoba mendatangkannya ke Eropa dengan iming-iming bayaran yang fantastis agar Neymar mau bergabung.
Hingga akhirnya, Neymar melabuhkan kakinya di Eropa pada 2013 dengan bergabung Barcelona, kemudian hijrah ke Paris Saint-Germain pada 2017 dengan memecahkan rekor transfer dunia yang belum berhasil dipecahkan hingga saat ini.
Hingga kini usianya telah menginjak 30 tahun, nama Neymar tetap abadi sebagai salah satu mega bintang di dunia sepak bola.
Baca Juga: Angel di Maria Selangkah Lagi Berlabuh ke Juventus
Menjadi figur ternama di sepak bola sejak usia muda tak membuat Neymar mudah dalam menjalani hidup sehari-harinya.
Hal ini terungkap dalam kisahnya ketika mencoba memesan makanan di restoran cepat saji bernama McDonald’s kala masih bermain untuk Santos.
Dianggap Prank
Pada saat membela Santos, nama Neymar sudah dikenal seluruh masyarakat Brasil dan dunia sepak bola sejak usia muda.
Meski dikenal oleh seluruh masyarakat Brasil, Neymar tak begitu saja menjalani kehidupan dengan mudah, terutama untuk urusan makanan.
Pada suatu ketika, Neymar yang masih berseragam Santos pernah mencoba memesan makanan lewat saluran telepon di sebuah restoran cepat saji bernama McDonald’s.
Berita Terkait
-
Neymar Menolak Tinggalkan PSG Sebelum Juara Liga Champions
-
PSG Tertarik Jual Neymar Jika Harga yang Ditawarkan Menarik, Ini Analisanya
-
Jet Pribadi Neymar Mendarat Darurat dalam Perjalanan dari Barbados ke Brasil
-
Brasil Bantai Korea Selatan 5-1, Neymar Sumbang Dua Gol
-
Neymar Jr Mengaku Tidak Mengetahui soal Paris Saint Germain Ingin Menjualnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan