Suara.com - Manajemen tim Arema FC memperkenalkan penyerang baru berdarah Portugal-Guinea Bissau, Abel Camara, untuk menambah daya gedor skuad berjuluk Singo Edan tersebut.
Manajer Arema FC Ali Rifki dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (1/7/2022), mengatakan bahwa pencarian sosok pengganti Carlos Fortes yang bergabung bersama PSIS Semarang tersebut memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Kenapa lama, karena kami mencari yang terbaik. Kita ambil dari liga tertinggi di Portugal dan berdasarkan analisa dari pelatih," kata Ali seperti dimuat Antara.
Ali menjelaskan, sebelum memutuskan untuk memilih Abel Camara, Arema FC memiliki delapan kandidat pemain lain yang menjadi bahan pertimbangan untuk menggantikan Carlos Fortes tersebut.
Namun, pada akhirnya pilihan Arema FC jatuh kepada pemain yang memilih nomor punggung 29 tersebut. Abel Camara yang sempat bermain bersama Belenensens SAD itu, menjadi pilihan utama setelah melalui proses diskusi antara tim pelatih dan manajemen Singo Edan.
"Abel Camara juga sempat bekerja sama dengan pelatih fisik di Timnas Portugal U-21. Jadi kami putuskan untuk merekrut pemain tersebut," katanya.
Ia menambahkan, Abel Camara dikontrak selama satu musim oleh Singo Edan, dengan opsi perpanjangan kontrak selama dua musim. Abel Camara baru resmi diumumkan memperkuat Arema FC, setelah kontrak bersama klub sebelumnya habis.
"Kita memang menunggu kepastian, karena dia juga menunggu posisi klub lama seperti apa," katanya.
Mantan pemain timnas Portugal U-21 itu juga berpeluang besar untuk menjalani debutnya bersama tim asuhan Eduardo Almeida untuk tampil di delapan besar Piala Presiden 2022 melawan Barito Putera, yang akan digelar pada Sabtu.
Baca Juga: Kekayaan Alam Nusantara, Konsep Jersey Tandang Terbaru Timnas Indonesia
Nama Abel Camara tercatat sudah didaftarkan di Piala Presiden 2022 dan menggunakan nomor punggung 29.
Dengan bergabungnya pemain kelahiran 6 Januari 1990 itu, maka komposisi pemain asing Arema FC lengkap untuk berlaga pada Liga 1 2022-2023. Tiga pemain asing yang sebelumnya sudah mengisi skuad Arema FC adalah Sergio Silva, Adilson Maringa dan Renshi Yamaguchi.
Berita Terkait
-
Catat Jadwalnya! Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
-
Piala Presiden 2026 Kembali Digelar: Persib, Persija, dan 3 Tim Luar Negeri Ikut Serta
-
Robi Darwis Bongkar Alasan Tinggalkan Persib demi Arema FC
-
Pemain Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026 Mulai Terungkap!
-
Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta BertindakTegas
-
Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026
-
Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta