Suara.com - Pelatih Napoli Luciano Spalletti mengatakan dirinya berharap bek Kalidou Koulibaly akan tetap bertahan bersama Il Partenopei musim ini.
"Saya lebih memilih Koulibaly untuk bersama kami selalu, terutama sebagaimana dia akan menjadi kapten kami musim ini," ujar Spalletti, dikutip Antara dari Football Italia, Rabu (13/7/2022).
Meski berharap pemain asal Senegal itu bertahan, Spalletti mengatakan dirinya tidak akan menahan kepergian Koulibaly dan berharap yang terbaik untuk anak asuhnya tersebut.
"Jika dia memilih untuk pergi, kami tidak akan pernah berhenti untuk berterima kasih kepada dia untuk segala bantuan yang telah dia berikan kepada kami," ungkap Spalletti.
"Jika dia ingin untuk memilih yang lainnya, kami mendoakan yang terbaik untuknya, karena dia layak mendapatkan itu. Dan celakalah siapa pun yang mengatakan sebaliknya kepadanya," sambungnya.
Saat ini dikabarkan Koulibaly semakin dekat untuk berlabuh ke klub Liga Inggris Chelsea dan diyakini The Blues siap menebus pemain berusia 31 tahun itu sesuai dengan harga yang dipatok oleh Napoli.
Diketahui kontrak Koulibaly akan habis pada Juni 2023 dan Napoli telah menawarkan perpanjangan kontrak dengan beberapa pemotongan gaji yang membuat sang pemain mulai memikirkan masa depannya di Naples.
Meski musim depan Napoli bermain di Liga Champions, pemotongan gaji ini membuat Koulibaly tidak nyaman dan hal ini terkadang membuat beberapa pemain merasa tidak dihargai.
Diperkirakan nilai pasar Koulibaly saat ini berada di angka sekitar 40 juta euro atau sekitar Rp617 miliar karena sisa kontrak bersama Napoli dan usianya sudah memasuki kepala tiga.
Baca Juga: Kalidou Koulibaly Semakin Dekat ke Chelsea, Napoli Incar Francesco Acerbi sebagai Pengganti
Selama membela Napoli, Koulibaly tercatat telah tampil sebanyak 317 pertandingan dan mencetak 14 gol serta 8 assist dari 27.650 menit bermain pada berbagai ajang. Selain itu, ia juga menyumbangkan satu gelar Piala Italia dan Piala Super Italia.
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Beda! Datang ke Indonesia, AC Milan Minta Dapur Khusus, Chelsea Cuma Request Sandwich
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Dibuang Xabi Alonso, Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan