- Gelandang Quevin Castro yang berusia 25 tahun meninggal dunia setelah kolaps dalam laga persahabatan di Lisbon pada hari Sabtu.
- Sebelum membela klub Portugal Real Sport Clube, Castro pernah bermain untuk tim Inggris West Bromwich Albion dan Chelsea U-21.
- Kepergian mendadak mantan pemain Thetford Town tersebut meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Inggris dan juga Portugal.
Suara.com - Dunia sepak bola Inggris dan Portugal berduka setelah gelandang Quevin Castro, 25 tahun, meninggal dunia setelah kolaps saat menjalani pertandingan persahabatan di Portugal.
Castro sedang memperkuat Real Sport Clube ketika menghadapi Estrela da Amadora dalam laga persahabatan di Lisbon pada Sabtu.
Kabar duka itu mengguncang sejumlah klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan karier Castro.
Pemain kelahiran Portugal tersebut diketahui tumbuh besar di Thetford, Norfolk, Inggris.
Castro mulai meniti karier sepak bolanya bersama klub lokal Thetford Town sejak berusia 16 tahun. Ketua klub Nigel Armes menjadi salah satu sosok yang turut membimbing perjalanan Castro ketika masih remaja.
Armes mengenang Castro sebagai pemain dengan talenta luar biasa sekaligus pribadi yang baik. Ia menyebut sepak bola memiliki tempat yang sangat besar dalam kehidupan Castro.
“Quevin memiliki talenta yang luar biasa, tetapi dia juga memiliki karakter yang kuat. Dia orang yang sangat tenang, sopan, dan menyenangkan,” kata Armes dikutip dari BBC.
Menurut Armes, Castro merupakan bagian dari keluarga besar Thetford. Saudara-saudaranya juga pernah memperkuat klub tersebut.
“Sepak bola adalah segalanya baginya,” ujar Armes.
Baca Juga: AC Milan Digilas Chelsea 0-3, Ruben Amorim Singgung Suporter Indonesia
Perjalanan Castro kemudian membawanya ke level yang lebih tinggi.
Pada 2021, ia bergabung dengan West Bromwich Albion, klub yang saat itu berkompetisi di Championship, setelah sebelumnya bermain untuk Chelsea U-21.
Castro menjalani debut bersama West Brom ketika menghadapi Arsenal dalam ajang Carabao Cup.
Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya.
“Dia bermain untuk banyak klub, tetapi selalu berusaha menjadi lebih baik. Momen ketika dia tampil untuk West Brom melawan Arsenal sungguh luar biasa, dia benar-benar tampil fantastis,” kata Armes.
Setelah meninggalkan West Brom, Castro melanjutkan kariernya bersama sejumlah klub di Inggris sebelum kembali ke Portugal pada musim panas tahun lalu.
Armes mengungkapkan betapa mengejutkannya kabar tersebut bagi keluarga besar Thetford. Pasalnya, Castro masih sempat berlatih bersama tim utama klub sekitar empat pekan sebelum meninggal dunia.
“Empat minggu lalu dia masih berlatih bersama tim utama kami di Thetford, sama seperti pemain lainnya,” ungkap Armes.
Menurutnya, kepergian Castro bukan hanya kehilangan bagi klub, tetapi juga bagi masyarakat Thetford yang mengenalnya sejak masih muda.
Berita Terkait
-
AC Milan Digilas Chelsea 0-3, Ruben Amorim Singgung Suporter Indonesia
-
1.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Chelsea Vs AC Milan di GBK, Libatkan Tim Jibom hingga K-9
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Beda! Datang ke Indonesia, AC Milan Minta Dapur Khusus, Chelsea Cuma Request Sandwich
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Obsession Resmi Jadi Salah Satu Film Horor Tersukses Sepanjang Masa, Raih Pendapatan Rp8,8 Triliun
-
Alami Kolaps, Mantan Pemain Chelsea Meninggal Dunia di Lapangan
-
Kejagung Hadirkan 3 Ahli di Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Salah Baca Desil Berisiko Salah Sasaran Program, BPS Minta DTSEN Tak Dibaca Secara Sederhana
-
Peneliti Kembangkan AI untuk Bantu Prediksi Siklon Tropis Lebih Akurat, Seberapa Efektif?
-
Resmi Diluncurkan di Taiwan, BRImo Jadi Andalan BRI Layani Kebutuhan Finansial Diaspora Indonesia
-
Lukisan Mirip Seskab Teddy di Pintu KRL Bikin Publik Spekulasi Liar: Bakal Bacapres 2029?
-
Berasa Liburan ke Italia! Review Novel ROMA: Con Amore Karya Robin Wijaya
-
Hari Ini Terakhir! Dapatkan Promo Diskon Jam Tangan Spesial dari BRI
-
Forum Rakyat Pati Desak DPR Kawal RUU Perampasan Aset dan Ketegasan Aparat