Suara.com - Manchester United akan memainkan laga pekan kedua Liga Inggris 2022/2023 dengan tekanan hebat di pundak. Tim asuhan Erik ten Hag wajib menang setelah mengawali kompetisi dengan hasil sangat buruk.
Manchester United bertandang ke markas Brentford dengan catatan kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion. Parahnya, kekalahan di laga pekan pertama itu terjadi di Old Trafford.
Hasil yang diraih Manchester United berbanding terbalik dengan rival-rivalnya. Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Liverpool dan Chelsea telah mengawali musim baru Liga Inggris dengan baik.
Kalau musim lalu mereka mencukur Leeds United 5-1 di Old Trafford, maka di tempat yang sama pekan lalu malah menyerah 1-2 kepada Brighton.
Ekspektasi yang besar kepada pelatih Erik ten Hag, apalagi setelah melewati tur pramusim yang menawan yang salah satunya dengan mengalahkan Liverpool 4-0 di Thailand sebulan lalu, membuat pendukung Setan Merah mengira Brighton akan bertekuk lutut.
Tak banyak yang menyalahkan pemain dan apalagi ten Hag yang dinilai telah menghadirkan pola bermain yang jelas dalam skuad Setan Merah.
Kritik justru dialamatkan kepada keluarga Glazer yang memiliki klub ini. Keluarga ini kembali menjadi sasaran murka pendukung Setan Merah, khususnya akibat gerak lamban manajemen dalam mendukung ten Hag menghadirkan skuad tangguh di Old Trafford.
Keluarga ini dinilai tak serius merombak skuad ketika tim-tim enam besar Liga Inggris lainnya agresif berbelanja.
Arsenal sudah membeli lima pemain baru, termasuk Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko dari Manchester City, serta Marquinos dari Sao Paulo.
Baca Juga: Prediksi Brentford vs Manchester United di Liga Inggris, 13 Agustus 2022
Chelsea mendatangkan enam muka baru, termasuk Marc Cucurella dari Brighton, Raheem Sterling dari Manchester City, dan Kalidou Koulibaly dari Napoli.
Tottenham juga memperkuat diri dengan menghadirkan enam wajah baru, termasuk Ivan Perisic dari Inter Milan, Richarlison dari Everton, dan Clemenet Lenglet dari Barcelona.
Pun demikian dengan dua penguasa liga musim lalu; Liverpool dan Manchester City.
Liverpool mendapatkan Calvin Ramsay dari Aberdeen, Darwin Nunes dari Benfica dan Fabio Carvalho dari Fulham, sedangkan City sudah diperkuat Erling Haaland dari Borussia Dortmund, Stefan Ortega dari Arminia Bielefeld, dan Kalvin Phillips dari Leeds United.
Manchester United juga sudah mendapatkan tiga pemain; Christian Eriksen, Tyrlell Malacia, dan Lisandro Martinez. Tetapi ini tak cukup. Jangan bandingkan dengan Liverpool dan City.
Dua klub teratas Liga Inggris itu tak memiliki masalah seberat yang menimpa United. Keduanya memiliki tim yang merata kekuatannya yang bisa saling melapis sehingga tim tetap mengerikan dalam kondisi apa pun.
Liverpool dan Manchester City tak memerlukan bedah luar dalam seperti seharusnya ditempuh United.
Adalah mantan pelatih Setan Merah, Ralf Rangnick, yang merekomendasikan reformasi mendasar di Old Trafford agar bisa mengalami lagi masa jaya seperti era Alex Ferguson.
Tapi manajemen United tak terlihat mengerahkan segalanya dan membuat terobosan dalam upaya mendapatkan target-target utama, khususnya Frenkie de Jong.
Memang dengan hanya memiliki tiket Liga Europa, United tak menarik bagi pemain-pemain bintang seperti de Jong. Cristiano Ronaldo saja ingin meninggalkan United karena alasan ini.
Tetapi banyak kalangan menilai gerakan manajemen Setan Merah kalah ambisius dibandingkan Erik ten Hag.
Sehari sebelum bertandang ke kandang Brentford Sabtu malam ini, Ten Hag ditanyai wartawan 'berapa lama mengembalikan kejayaan di Old Trafford?'.
Ten Hag yang mempersembahkan tiga trofi juara Liga Belanda kepada Ajax Amsterdam, tak memberikan kerangka waktu, namun secara implisit dia ingin secepatnya mengubah United seperti tim yang didambakan suporternya.
Ingin tim juara
Ten Hag berkata, "saya tak bisa meminta penggemar bersabar karena mereka ingin menyaksikan sebuah tim juara. Dan itulah alasannya saya ada di sini, saya harus menciptakan tim juara."
Terlihat sudah, ten Hag memang ambisius, terlihat pula dari cara dia mengubah United belakangan ini menjadi tim yang memiliki pakem yang jelas.
Sekalipun kalah dari Atletico Madrid dalam laga persahabatan bulan lalu dan dibungkam Brighton pekan lalu, tak bisa dipungkiri Ten Hag telah mengubah Manchester United menjadi tim yang lebih terencana dan terstruktur saat memainkan bola dan menyerang, bahkan perlahan tengah menjadi pola baku dan pakem.
Sayangnya United masih terlalu mengandalkan formasi tim yang musim lalu membuat mereka finis urutan keenam, termasuk mereka yang mengisi bagian vital dalam sepak bola modern; lapangan tengah.
Sektor inilah yang sering dibedah banyak orang. United dianggap tak memiliki jenderal lapangan tengah. United tak memiliki poros sekaliber Frenkie de Jong yang mati-matian berusaha didatangkan Erik ten Hag dari Barcelona.
Faktor besar di balik kekalahan United dari Birghton dan Atletico pun karena ketiadaan dirigen lapangan tengah ini. Mereka tak mendapatkan fungsi ini dari Scott McTominay dan Fred.
Kedua pemain ini sering tampil cemerlang. Tapi mereka juga kadang bermain di bawah standard.
Padahal dalam liga sekompetitif Liga Inggris, pemain yang konsisten bermain cemerlang di lapangan tengah adalah vital bagi tim.
Mantan jenderal lapangan tengah United, Roy Keane, sampai mengatakan sepanjang lapangan tengah diisi McTominay dan Freed, United tak akan pernah menjuarai apa-apa.
Brighton mungkin tahu soal ini, termasuk dengan belajar dari bagaimana Atletico mengalahkan United bulan lalu itu.
Sabtu malam nanti giliran Brentford yang mungkin mempelajari cara Brighton dan Altetico mengalahkan Manchester United.
Brentford sendiri sulit ditaklukkan di kandangnya. Musim lalu, mereka menjebol gawang Liverpool tiga kali untuk memaksa seri 3-3. Mereka juga memaksa City dan Chelsea menang 1-0 dengan susah payah.
Intinya, Brentford yang sejauh ini telah membeli delapan pemain baru termasuk Mikkel Damsgaard dari Sampdoria, tak akan lebih mudah dari Brighton.
Meski begitu, pilihan Ten Hag di Stadion Gtech Community di Brentford nanti hanya satu, yakni menang.
Menang akan membuat tekanan mengendur kepada pemilik, walau tak akan membuat Ten Hag puas. Sebaliknya, kalah akan lebih buruk bagi citra keluarga Glazer.
Pendukung garis keras Setan Merah sampai bersumpah akan mengosongkan Old Trafford kala menjamu Liverpool pekan depan jika performa semakin buruk dan jika gerak di bursa transfer tetap selamban sekarang.
Saat bersamaan, usahawan kaya raya Inggris yang hampir mengakuisisi MU pada 1989, Michael Knighton, menyatakan akan menggandeng sebuah konsorsium untuk mengenyahkan keluarga Glazer dari Old Trafford.
Dinamika-dinamika seperti ini membuat pertandingan melawan Brentford menyajikan pertaruhan besar di dalam dan di luar stadion, terutama bagi pemilik United.
Ini sudah seperti laga final, terlebih bagi keluarga Glazer. Bagi ten Hag sendiri, laga ini bisa menjadi pengukuh formulanya.
Dengan atmosfer semenuntut ini, pertandingan Sabtu malam nanti itu akan berlangsung sengit, sejak menit pertama.
[Antara]
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: Deretan Pelatih Liga 1 yang Diprediksi Bisa Bernasib Seperti Robert Alberts
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Kedua
-
Ingin Pinjam Justin Kluivert, Fulham Kontak AS Roma
-
Chelsea Siapkan Rp1,1 Triliun untuk Tebus Frenkie de Jong dari Barcelona
-
Selangkah Lagi Adrien Rabiot Bakal Jadi Milik Manchester United
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Inter Milan Tunggu Lampu Hijau Cancelo, Al-Hilal Siap Tanggung Sebagian Gaji
-
Profil Marco Ottolini Direktur Olahraga Juventus yang Baru Ditunjuk, Orang Lama Bianconeri
-
Persik Kediri vs Persib Bandung Resmi Digelar di Stadion Brawijaya, Bobotoh Dilarang Datang
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal dan Dani Olmo Siap Tampil di Derby Barcelona
-
Ruben Amorim Tantang Pemain Muda Manchester United Hadapi Atmosfer Panas Elland Road
-
Detik-detik Emosi Donnarumma Meledak Usai City Ditahan Sunderland, Pep Guardiola Turun Tangan
-
Presiden PSG Untuk Ketiga Kalinya Bebas: Kasus Korupsi Nasser Al-Khelafi Gugur di Pengadilan Swiss
-
Rp 21 Triliun! Komisi Agen Pemain 2025 Meledak 90%, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Bekukan Timnas Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang Lawan Balik