Suara.com - Pelatih Vietnam, Park Hang-seo menyampaikan pernyataan tegas untuk jelang Piala AFF 2022. Juru taktik asal Korea Selatan itu menargetkan juara.
Piala AFF 2022 disebut menjadi yang terakhir bagi Park Hang-seo bersama Vietnam. Hal itu membuatnya ingin mempersembahkan gelar juara bagi tim Golden Star Warriors.
Vietnam sendiri berhasil juara bersama Park Hang-seo pada tahun 2018 lalu. Sayangnya ketika edisi 2020, Golden Star Warriors harus terhenti di babak semifinal.
Kini Park Hang-seo ingin membalaskan dendam kekalahan itu. Apalagi motivasi untuk meraih juara sangat tinggi karena bakal berpisah.
"Terakhir kali di Piala AFF 2020 sangat disayangkan kami kalah dari Thailand. Kami tidak mampu mempertahankan juara, tapi kali ini untuk merebut kembali kejuaraan, kami ingin melakukan seperti tahun 2018 untuk penggemar sepak bola Vietnam," ucap Park Hang-seo.
Nah, pernyataan juru taktik asal Korea Selatan itu disorot media Thailand. Media dari Negeri Gajah Putih tersebut mewaspadai Vietnam.
"Tahun ini adalah tugas terakhirnya. Pelatih Park menegaskan bahwa ia akan memimpin Vietnam untuk merebut kembali Piala AFF 2022," tulis laporan SMM Sports.
Thailand sendiri juga punya target tinggi di Piala AFF 2022. Tim berjuluk Changsuek juga ingin mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada edisi sebelumnya.
Thailand menjadi juara di Piala AFF 2020 usai mengalahkan timnas Indonesia di final dengan agregat 6-2.
Baca Juga: Jelang Piala AFF 2022, Malaysia Rampungkan Naturalisasi Pemain Asal Inggris
Berita Terkait
-
Mantan Pelatih Thailand Sebut Timnas Indonesia Tak Bisa Melaju ke Final Piala AFF 2022
-
Belum Kalah dari Vietnam Era Park Hang-seo, Pelatih Myanmar Tebar Ancaman di Piala AFF 2022
-
Mano Polking Pahami Alasan Chanathip Songkrasin yang Ogah Bela Thailand di Piala AFF 2022
-
Alarm Bahaya untuk Timnas Indonesia, Kamboja Siapkan Striker yang Bermain di MLS Jelang Piala AFF 2022
-
3 Pemain Anyar yang Layak Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim