Suara.com - Jelang PSS Sleman vs Dewa United dalam lanjutan Liga 1 Indonesia, PSS Sleman dalam kondisi sulit dan tak menguntungkan. PSS Sleman akan hadapi Dewa United pada pekan ke-8 Liga 1 Indonesia di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu hari ini 4 September 2022.
Kondisi babak belur PSS Sleman diutarakan Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. Banyak hal yang mempengaruhi kondisi timnya saat ini sehingga skuad Super Elang Jawa dalam posisi tidak menguntungkan.
PSS Sleman membawa 21 pemain untuk menghadapi laga kontra Dewa United dan persiapan telah dilakukan seperti biasanya.
PSS Sleman pada pekan sebelumnya harus menelan kekalahan dengan skor tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (27/8) lalu.
"Kami dalam situasi yang tidak menguntungkan, yakni di pertandingan sebelumnya kami mengalami kekalahan di kandang sebanyak tiga kali dan badai cedera menimpa hampir 10 lebih pemain. Jajaran tim pelatih tidak banyak memiliki pilihan pemain," ungkap Seto.
Sejauh musim ini, dari empat pertandingan kandangnya, PSS Sleman tercatat hanya mampu memenangi satu pertandingan yaitu ketika menghadapi Barito Putera.
Sedangkan sisanya mereka dikalahkan PSM Makassar, Persib Bandung serta Persebaya.
Fokus PSS Sleman jelang laga ini adalah konsentrasi serta menjalani pertandingan.
Terlebih Dewa United tengah dilanda tren positif serta segi permainan yang mumpuni.
Baca Juga: Posisi PSS Sleman Tak Menguntungkan Jelang Laga Kontra Dewa United, Seto Bilang Begini
"Saya instruksikan pemain PSS fokus serta konsentrasi penuh sepanjang pertandingan 90 menit lebih. Inilah yang menjadi pembeda bagi tim PSS yaitu faktor keinginan, kemauan, dan konsentrasi untuk memenangi pertandingan besok," jelas Seto.
Meski memiliki catatan buruk di kandang, hal berbeda terjadi ketika PSS bermain tandang karena dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani, skuad Super Elja sama sekali belum terkalahkan dengan menorehkan satu kemenangan atas Persik Kediri, dan bermain imbang kontra Rans Nusantara FC serta Arema FC.
Saat ini PSS Sleman berada di peringkat ke-11 klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan raihan 8 poin dari 7 laga, berselisih satu poin dari Dewa United di posisi ke-10. (Antara)
Berita Terkait
-
Pelatih Jan Olde Riekerink Meninggalkan Dewa United Usai Membawa Klub Melejit ke Papan Atas
-
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027
-
Pelita Jaya Menang Dramatis 84-83 atas Dewa United, Tinggal Selangkah ke Final IBL 2026
-
Bosch Bongkar Penyebab Dewa United Dibungkam Pelita Jaya di Game 2 Semifinal IBL 2026
-
Statistik Gila Perrin Buford: 28 Poin, 12 Rebound, 12 Assist saat Pelita Jaya Hajar Dewa United
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim