Suara.com - Nama Shurandy Sambo mendadak bikin penasaran karena menjadi salah satu orang yang akan menghadapi Skuad Garuda dalam laga FIFA Matchday September mendatang. Siapa Shurandy Sambo? Berikut ini lengkap profil Shurandy Sambo.
Kiprah Shurandy Sambo sudah dikenal. Shurandy Sambo merupakan pesepakbola asal klub Belanda Sparta Rotterdam.
Laga Timnas Indonesia kontra Curacao akan digelar dua kali yakni 24 dan 27 September 2022 mendatang di venue yang berbeda yaitu Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Stadion Pakansari.
Shurandy Sambo ikut diturunkan dikonfirmasi Curacao. Selain Shurandy Sambo, ada juga 39 pesepakbola jebolan Liga Inggris lain yang ikut menghadapi Timnas Indonesia.
Profil Shurandy Sambo
Shurandy Sambo bernama lengkap Shurandy Ruggerio Sambo. Shurandy Sambo lahir pada 19 Agustus 2001.
Shurandy Sambo merupakan pemain sepak bola profesional Belanda yang bermain sebagai bek kanan untuk klub Eredivisie Sparta Rotterdam, dengan status pinjaman dari Jong PSV.
Shurandy Sambo bermain sepak bola remaja untuk SV Braakhuizen dan PSV Eindhoven.
Pada jeda musim dingin musim 2019–20, Shurandy Sambo dipromosikan ke tim cadangan, Jong PSV, bersaing di divisi kedua Eerste Divisie.
Shurandy Sambo melakukan debutnya pada 13 Januari 2020 dengan hasil imbang 0-0 di kandang melawan Jong Ajax.
Pada musim 2020–21, Sambo membuat 35 penampilan untuk Jong PSV, mencetak enam gol.
Shurandy Sambo melakukan debutnya untuk tim utama di matchday terakhir Eredivisie pada 16 Mei 2021, menggantikan Armando Obispo di menit ke-77 melawan FC Utrecht.
Lalu Shurandy Sambo bergabung dengan klub Eredivisie Sparta Rotterdam dengan status pinjaman untuk musim 2022–23, dengan opsi untuk membeli.
Lahir di Belanda, Sambo adalah keturunan Curaçaoan. Dia adalah pemain muda internasional untuk Belanda.
Dia dipanggil ke skuad awal untuk tim nasional Curaao untuk Piala Emas CONCACAF 2021.
Itu lah profil Shurandy Sambo, biografi Shurandy Sambo.
Tag
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat