Itu sebabnya, fasilitas parkir di JIS daya tampungnya terbatas agar penonton atau suporter yang berkunjung ke stadion lebih mengutamakan menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi.
Saat ini JIS, sudah terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) dan selanjutnya akan terintegrasi juga dengan Commuter Line dan LRT Jakarta. Untuk mendukung hal tersebut, JIS hanya menyiapkan 1,200 kantong parkir untuk bus dan kendaraan pribadi.
"Stadion modern standar FIFA kini dirancang untuk masa depan yang perlu memperhatikan keberlanjutan. Salah satunya mengupayakan untuk terintegrasi dengan angkutan publik. Stadion di Eropa pun demikian, Santiago Bernabeu pasca direnovasi hanya menyisakan kurang lebih 500 kantong parkir bus dan kendaraan pribadi," terang Arry.
"Bahkan stadion bersejarah di pusat Eropa yakni Wembley di London menyarankan seluruh penonton yang hadir mengoptimalkan alat transportasi umum yang tersedia," jelasnya.
Standar FIFA
Perdebatan PSSI dan JakPro terkait standar FIFA di JIS mungkin bisa diuraikan dengan merujuk langsung aturan dari FIFA itu sendiri yakni "FIFA Stadium Safety and Security Regulations".
Berdasarkan polemik di atas, mayoritas poin-poin perdebatan tersebut sudah tercantum dalam regulasi FIFA keamanan dan keselamatan stadion. Berikut uraiannya:
Infrastruktur dan Keamanan
Akses Keluar-Masuk Stadion
Baca Juga: PSSI Anggap JIS Tak Layak, Venue Kedua Timnas Indonesia vs Curacao Masih Tanda Tanya
Terkait hal ini, FIFA dalam regulasinya tidak menyebut secara spesifik apakah sebuah stadion harus memiliki akses keluar-masuk yang berbeda untuk menghindari terbentuknya kerumunan.
Namun, dalam poin IV Nomor 23 terkait "Calculating the maximum safe capacity", disebutkan bahwa kapasitas masuk dan keluar stadion memang harus lancar dalam jangka waktu satu jam.
Menurut FIFA, faktor yang memengaruhi kelancaran masuknya penonton diantaranya jumlah dan penyebaran pintu putar/titik masuk, kecukupan informasi dan komunikasi terarah dan keakraban penonton dengan tata letak stadion, pembagian kategori entri hingga desain, jenis dan kondisi pintu putar/titik masuk.
Sementara terkait akses keluar, FIFA menyebut para penonton harus bisa keluar dengan aman dalam jangka waktu wajar tidak lebih dari 10 menit.
Faktor-faktor yang menurut mereka memengaruhi adalah jumlah, ukuran dan penyebaran gerbang keluar, kecukupan informasi dan komunikasi terarah dan keakraban penonton dengan tata letak stadion, hingga lebar dan distribusi tangga, eskalator serta gangway.
Kantung Parkir
Terkait kantung parkir, FIFA dalam "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" tak membahas secara jelas terkait standar kapasitas parkir sebuah stadion. Namun, mereka menyebut stadion memang "harus mencakup semua fasilitas parkir."
Dalam "Football Stadiums Guidelines 2022" milik FIFA, disebutkan bahwa mereka menekankan lokasi sebuah stadion harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Idealnya, rancangan stadion bisa memfasilitasi transportasi umum atau parkir mobil dengan fungsi lain.
"Ini membantu untuk mempromosikan penggunaan multifungsi, terlepas dari apakah hari pertandingan berlangsung atau tidak," demikian FIFA.
Akses VIP
PSSI menyebut akses VIP di JIS belum layak karena kendala infrastruktur dalam hal ini plafon yang rendah bakal menyulitkan bus tim untuk menurukan pemain dan staf di tempat yang terpisah dengan akses umum.
Dalam "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" tepatnya di Poin IV Nomor 33 (Special security provisions for teams, offi cials and VIPs/VVIPs), disebutkan bahwa akses umum dan VIP/VVIP memang harus terpisah.
"Pendekatan jalan dan titik masuk/keluar untuk tim, pejabat dan VIP/VVIP harus dipisahkan dari yang untuk penonton," demikian FIFA.
Jadi, pendapat siapa yang benar terkait standar FIFA di JIS, PSSI atau JakPro?
Berita Terkait
-
Blunder Sebut JIS Tak Layak Gelar Laga FIFA Matchday, PSSI Ubah Judul Artikel di Laman Resmi
-
JakPro Sentil Balik PSSI: JIS Sudah Standar FIFA
-
Ini Calon Stadion yang Dipakai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022
-
PSSI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta International Stadium Belum Layak untuk FIFA Matchday
-
PSIS Hajar Persikabo 3-2, Riyan Ardiansyah Bintang Lapangan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Fokus Hadapi Panama, Pelatih Ghana Ogah Komentari Kasus Thomas Partey
-
Banding Ditolak Pengadilan Kanada, Thomas Partey Gagal Bela Ghana di Piala Dunia 2026
-
Sudah Dua Kali Berhadapan, Striker Kongo Tak Sabar Hadapi Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal: Semua akan Berjalan Seperti yang Kami Harapkan
-
Erling Haaland Langsung Jadi Starter saat Norwegia Hadapi Irak di Piala Dunia 2026
-
Prancis Tundukkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Pecahkan Rekor
-
Neymar Mulai Latihan di Lapangan, Berpeluang Tampil Lawan Haiti?
-
Herve Renard Jadi Pelatih Baru Tunisia di Piala Dunia 2026, Langsung Pimpin Persiapan
-
Trevoh Chalobah Dipanggil Timnas Inggris Gantikan Tino Livramento di Piala Dunia 2026
-
Antonio Rudiger Perpanjang Kontrak di Real Madrid hingga 2027