Suara.com - Dani van den Heuvel menjadi sorotan setelah dikabarkan menjadi salah satu calon pemain Timnas Indonesia U-20.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, sebelumnya mengatakan bakal mencoba menaturalisasi setidaknya tujuh pemain asal Belanda.
Rencana tersebut bertujuan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2023, sekaligus bisa bermain juga di Piala Asia U-20 2023.
Dua nama di antaranya sudah menyatakan kesediaan membela skuad Garuda Nusantara adalah Justin Hubner (Wolverhampton Wanderers U-21) dan Ivar Jenner (FC Utrecht U-21).
Kemudian nama Dani van den Heuvel kemudian muncul sebagai nama lain yang akan dinaturalisasi. Heuvel sendiri saat ini bermain di posisi penjaga gawang.
Profil Dani van den Heuvel
Pemain dengan nama lengkap Tristan Danique van den Heuvel ini lahir di Delft, Belanda, pada 28 Mei 2003.
Karier sepak bolanya terbilang mentereng. Heuvel mengawali kariernya dengan bergabung akademi ADO Den Haag.
Setelah sekian tahun, dia pindah ke akademi Ajax Amsterdam pada Juli 2017. Setelah dua tahun, dia promosi ke tim Ajax U-17.
Baca Juga: Profil Remko Bicentini, Pelatih Timnas Curacao yang Pernah Jadi Asisten Patrick Kluivert
Total selama membela Ajax U-17, Dani van den Heuvel mencatatkan 10 penampilan dengan total kebobolan 20 kali.
Kariernya lalu berkembang saat direkrut oleh Leeds United pada 2020. Dia dikontrak dengan durasi 3 tahun dan diproyeksikan untuk bermain di Leeds United U-21.
Dalam perjalanannya, Dani van den Heuvel bermain untuk Leeds United U-18 dan Leeds United U-21. Dia mentas di berbagai kompetisi mulai EFL Trophy U-21, Premier League U-18, dan Premier League 2 Divisi 2.
Di level tim nasional, Dani van den Heuvel pernah menyandang status kiper Timnas Belanda U-15, U-16, U-17 dan U-19.
Sayangnya, Dani van den Heuvel gagal membawa Timnas Belanda U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 2023 yang dilangsungkan di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.
Dengan kesempatan bermain di Piala Dunia U-20 2023 mendatang, PSSI bisa coba merayu Dani van den Heuvel untuk menjadi WNI.
[Penulis: Aditia Rizki]
Tag
Berita Terkait
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Doyan Drama dan Provokatif, Rizky Ridho Kasih Peringatan buat Pemain Vietnam
-
Marselino Ferdinan Bakal Main Lawan Vietnam? John Herdman Bilang Begini
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana