Suara.com - Manchester United dibabat Manchester City dalam Derbi Manchester lanjutan Liga Inggris 2022/2023 di Stadion Etihad, Minggu (2/10/2022) malam. Pelatih The Red Devils, Erik ten Hag tak ragu membeberkan penyebab kekalahan telak timnya.
Dilansir dari BBC Sports, Senin, Ten Hag memiliki alasan tersendiri yang menjelaskan mengapa Manchester United begitu mudah dibuat babak belur rival sekotanya.
David de Gea dipaksa memungut bola dari dalam gawangnya sebanyak empat kali di babak pertama. Ini tentu bukan kondisi yang baik-baik saja untuk Manchester United.
Ten Hag sangat memahami sulitnya mengalahkan Manchester City, namun ia tak menyangka tim asuhannya bermain begitu buruk, khususnya di paruh pertama.
"Saya terkejut mengapa kami tidak menunjukkan karakter, determinasi. Tim bermain sangat berbeda dari beberapa laga terakhir, kehilangan semangat bertarung. Ini seperti tim yang berbeda," ucap Ten Hag.
"Melawan Manchester City tanpa kurangnya rasa lapar sangatlah sulit. Para pemain tahu mereka bisa melakukannya lebih baik lagi. Kami ingin menang hari ini tetapi tak mengikuti prinsip," sambung eks pelatih Utrecht dan Ajax itu.
"Kekalahan telak tak seharusnya terjadi dan tak bisa diterima," tukasnya.
Hasil ini menjadi kekalahan ketiga Manchester United di Liga Inggris musim ini dari tujuh laga yang sudah dimainkan.
"Ini adalah proses pembelajaran kami di awal musim ini. Saya ingin mengubah isi kepala pemain dan sikap tim ketika berada di atas lapangan," tegas Ten Hag.
"Ada reaksi di babak kedua, kami lebih berani dan mencetak tiga gol. Hanya dari kesalahan Anda belajar," pungkasnya.
[Rully F / Eko I]
Berita Terkait
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Benjamin Sesko Sebut Zlatan Ibrahimovic Jadi Inspirasi Sejak Kecil
-
Manchester United Siap Lepas Jadon Sancho, Empat Klub Liga Inggris Berminat
-
Manchester United Rugi Ratusan Miliar usai Pecat Ruben Amorim
-
Gaya Pede Walkot New York Zohran Mamdani Pakai Gamis Arsenal saat Salat Idul Adha
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions