- Aisyah Zakkiyah resmi menjabat sebagai Komisaris PT PP melalui RUPS Tahunan pada 19 Mei 2026 di Jakarta.
- Jabatan baru tersebut memberikan kompensasi gaji pokok sekitar Rp150 juta per bulan serta berbagai tunjangan tambahan lainnya.
- Penunjukan Aisyah memicu kritik publik karena latar belakang kariernya dianggap kurang relevan dengan sektor industri konstruksi nasional.
Suara.com - Penunjukan Aisyah Zakkiyah sebagai salah satu anggota Dewan Komisaris PT PP (Persero) Tbk (PTPP) jadi sorotan publik.
Setelah viral akibat dugaan keponakan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, perhatian publik kini beralih pada besaran kompensasi finansial serta fasilitas mewah yang bakal diterima mantan Juru Bicara Kementerian PU tersebut di kursi barunya.
Sebagai informasi, posisi mentereng ini resmi diemban Aisyah setelah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Pusat PTPP pada Selasa (19/05/2026). Perempuan kelahiran 1993 tersebut masuk menggeser Ernadhi Sudarmanto yang diberhentikan.
Sistem remunerasi bagi jajaran dewan pengawas badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi ini dirancang tidak sembarangan.
Formulasinya merujuk pada aturan baku Kementerian BUMN yang kemudian disetujui dalam forum RUPS. Berdasarkan laporan keuangan resmi perseroan, skema pembagian pendapatan bagi dewan komisaris dihitung secara berjenjang dari upah jajaran direksi.
Komisaris Utama ditetapkan menerima honorarium sebesar 45 persen dari total gaji pokok Direktur Utama. Nilai ini setara dengan kisaran Rp166 juta per bulan atau menembus Rp1,99 miliar dalam setahun.
Sementara itu, untuk posisi Komisaris Anggota—jabatan yang kini ditempati oleh Aisyah Zakkiyah—berhak mengantongi porsi sebesar 90 persen dari honorarium yang diterima Komisaris Utama.
Dengan formula tersebut, pundi-pundi pendapatan Aisyah dari sektor gaji pokok saja diperkirakan menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp150 juta per bulan.
Tunjangan Mewah dan Bonus Kinerja Ratusan Juta
Baca Juga: Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding
Pendapatan bulanan tersebut belum termasuk berbagai fasilitas pelengkap dan proteksi premium yang disiapkan oleh PTPP untuk menjamin kesejahteraan dewan pengawasnya. Rincian fasilitas non-gaji tersebut meliputi:
- Tunjangan Hari Raya (THR): Insentif tahunan keagamaan senilai satu bulan penuh honorarium.
- Asuransi Purna Jabatan: Proteksi masa pensiun dengan nilai premi yang disetor perusahaan sebesar 25 persen dari total honorarium setahun.
- Fasilitas Tambahan: Jaminan layanan kesehatan menyeluruh hingga penyediaan bantuan hukum komprehensif.
Bukan itu saja, Aisyah juga berpeluang meraup bonus tahunan berupa insentif kinerja atau tantiem. Nilai tantiem ini sangat bergantung pada realisasi target bisnis yang berhasil dicapai oleh PTPP.
Mengikuti regulasi yang sama, Komisaris Utama mendapatkan porsi tantiem sebesar 45 persen dari jatah Direktur Utama, sedangkan komisaris anggota berhak menerima 90 persen dari bagian yang diperoleh Komisaris Utama.
Melimpahnya fasilitas dan pendapatan di tengah minimnya rekam jejak Aisyah di industri konstruksi memicu kekecewaan masif di platform Threads.
Warganet menilai fenomena ini sebagai bentuk nyata ketimpangan sosial, di mana jutaan Generasi Z (Gen-Z) harus berdarah-darah memperebutkan lowongan kerja, sementara relasi kekerabatan mampu membuka akses langsung ke posisi puncak korporasi bernilai triliunan rupiah.
Riwayat kariernya yang didominasi sektor swasta teknologi informasi (ICT) di PT Toyota Tsusho Systems Indonesia serta PT Lumintoo Sukses Incomso juga dianggap belum memadai untuk mengawasi BUMN infrastruktur.
Berita Terkait
-
Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga 'Keluarga' Menteri
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia
-
Buntut Demo Tidore, DPR Minta Pemerintah Cairkan Rp132 Triliun DBH untuk Gaji PPPK!
-
Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026
-
Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga 'Keluarga' Menteri
-
Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat
-
Rachmat Gobel dalam Kenangan Dasco: Dia Pengusaha Nasionalis dan Teman Seperjuangan
-
Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini
-
RANS Resmi Melantai di BEI, Raffi - Gigi Raup Rp429,25 Miliar
-
Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062
-
Link Resmi Pendaftaran Rekrutmen Pegawai SKK Migas 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
-
Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran