Suara.com - Selangkah lagi proses naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh selesai. Kedua calon pemain Timnas Indonesia itu tinggal menjalani pengambilan sumpah di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham.
Saat ini Kemenkumham sedang mencocokan jadwal kompetisi Jordi Amat di Malaysia dan Sandy Walsh di Eropa. Masih belum diketahui, kapan pengambilan sumpah tersebut dilakukan.
"Tinggal tunggu proses pengambilan sumpah dan mereka lagi full kompetisi di negaranya, tinggal tunggu itu saja," kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).
"Kalau dari Kementerian Hukum dan Ham tak ada lagi masalah, tinggal kita sesuaikan jadwal keduanya dengan kementerian," terangnya.
Yunus menerangkan pihaknya akan berupaya pengambilan sumpah bisa dilakukan Oktober ini. Ada kemungkinan Sandy dan Jordi akan datang ke Indonesia untuk menjalani proses tersebut.
"Kami usahakan bulan ini (pengambilan sumpah). Kami berharap keduanya datang ke sini," jelasnya.
Ada satu pemain lain yang sedang menjalani proses naturalisasi. Dia adalah Shayne Pattynama.
Naturalisasi Shayne Pattynama dilaporkan sudah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun masih ada beberapa tahapan yang masih harus dilalui oleh Shayne.
Jika proses naturalisasi Sandy Walsh dan Jordi Amat selesai dalam waktu dekat, maka keduanya bisa membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022.
Namun, kendala dari klub mungkin saja ada, mengingat Piala AFF tidak masuk dalam agenda resmi FIFA.
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey