Suara.com - Dua jenazah tragedi kanjuruhan dilaksanakan autopsi pada Sabtu (5/11) pagi. Kedua korban tersebut berinisial NDR (16) dan NDB (13) keduanya anak perempuan dari DAY (41) yang merupakan Aremania dari Bululuwang, Malang.
Berkaitan dengan pelaksanaan autopsi, berikut ini fakta-fakta autopsi 2 jenazah tragedi Kanjuruhan selengkapnya.
1. Dilakukan oleh PDFI
Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) akan melaksanakan tindakan autopsi pada Sabtu (5/11). Hal ini selaras dengan pernyataan Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Timur Kombes dr Erwinn Zainul Hakim.
Tim PDFI Cabang Jawa Timur ini merupakan tim independen yang terdiri atas 2 penasihat dan enam operator. Tim dokter tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Universitas Hang Tuah, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Melibatkan 4 Fasilitas Kesehatan
Proses autopsi tersebut melibatkan 4 fasilitas kesehatan yakni RSU Kanjuruhan, RSUD Dokter Sutomo, RSUD Syarifah Bangkalan dan Rumah Sakit Pendidikan Unair.
3. Dilakukan dengan Ekshumasi
Proses autopsi 2 jenazah tragedi kanjuruhan tersebut akan dilaksanakan dengan ekshumasi. Ekshumasi adalah penggalian maka korban dan pemeriksaan langsung dilakukan di tempat.
4. Dilaksanakan Di TPU Dusun Pathuk
Seperti yang sudah dijelasakan sebelumnya, proses autopsi dilakukan dengan cara ekshumasi. Proses autopsi langsung dilaksanakan di tempat yakni di Tempat Pemakaman Umum Dusun Pathuk, Desa Sukolilo, Wajak, Malang, Jawa Timur.
5. Dikawal Oleh Puluhan Aparat
Proses autopsi tersebut disaksikan dan dijaga oleh puluhan aparat kepolisian. Hal ini selaras dengan pernyataan Kuncoro selaku Aremania dari Dampit yang turut mengawal proses autopsi beserta seluruh korban lainnya.
6. Dilaksanakan Sekitar Pukul 9
Proses autopsi tersebut dilaksanakan sekitar 09.15 WIB. Prosesnya diawali dengan tindakan penggalian kedua makam korban tragedi kanjuruhan. Kedua makam itu juga berdampingan dengan makam sang ibu yang juga merupakan korban tragedi Kanjuruhan.
Berita Terkait
-
Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan, Devi Atok: Anak Saya Itu Diracun
-
Sampel Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Akan Diperiksa di Laboratorium Independen
-
Cegah Intimidasi, LPSK Beri Perlindungan Terhadap 18 Saksi Tragedi Kanjuruhan
-
Lakukan Proses Autopsi Selama Enam Jam, Dokter Forensik Ambil Sejumlah Sampel dari Dua Korban Tragedi Kanjuruhan
-
Tidak Hanya PSSI, Komnas HAM Minta Presiden Jokowi Ikut Bertanggung Jawab Terkait Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tersandung Skandal Pasporgate, Tim Geypens Menyesal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Legenda Persija Sutan Harhara Meninggal Dunia
-
Mauricio Souza Bela Cyrus Margono: Jangan Nilai dari Satu Laga
-
Bukan Persija atau Borneo, Tavares Pilih Persib Kandidat Kuat Juara Super League
-
Tanpa 5 Pilar Utama, Persija Tak Gentar Jamu Persebaya di GBK
-
Souto Akui Thailand Favorit, Tapi Timnas Futsal Indonesia Siap Beri Kejutan
-
Skuad Pincang Bukan Halangan, Persija Jakarta Siapkan Taktik Lumat Persebaya
-
Timnas Indonesia Hadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026?
-
Reuni Panas! Eliano Reijnders Tak Segan Bantu Persib Bungkam Bali United
-
Timnas Futsal Indonesia Tak Gentar Hadapi 6 Jebolan Piala Dunia Milik Thailand di Final