Suara.com - Banyak peserta yang berpeluang melaju ke babak 16 besar Piala Dunia, meski bergantung dengan hasil pertandingan lain.
Matchday ketiga fase grup Piala Dunia 2022 sudah mulai bergulir pada Selasa (29/11/2022), dan tidak sedikit tim peserta yang akan melakoni laga hidup mati demi satu tiket ke babak 16 besar, di antaranya Argentina, Spanyol dan Jerman.
Sebagaimana diketahui, dari 32 negara yang bersaing di fase grup Piala Dunia 2022, hanya 16 tim yang akan tampil di babak 16 besar, dan sejumlah tim yang diprediksi bakal menjadi juara- termasuk Argentina, Jerman dan Spanyol- bahkan dihadapkan posisi sulit.
Setelah hari pertama matchday ketiga, lima tim dipastikan menyegel tiket babak 16 besar. Mereka adalah sang juara bertahan Prancis, Portugal, Brasil, Belanda dan Senegal.
Sementara yang sudah dipastikan tersingkir ada tiga tim, yaitu tuan rumah Qatar, Kanada dan Ekuador. Qatar dan Kanada sudah pasti masuk kotak setelah menelan kekalahan beruntun di dua pertandingan, sementara Ekuador tersingkir setelah dikalahkan Senegal 2-1 di laga pamungkas Grup A, Selasa (29/11/2022).
Berdasarkan Regulasi yang ditetapkan untuk fase grup Piala Dunia 2022, terdapat dua tahap untuk menentukan peringkat juara dan runner-up grup yang meliputi jumlah poin, selisih gol dan produktivitas gol.
Langkah Pertama
1. Poin terbanyak dalam semua partai di babak penyisihan
2. Selisih gol terbanyak dalam semua partai di babak penyisihan
Baca Juga: Penjelasan Resmi FIFA, Cristiano Ronaldo Tidak Cetak Gol, Tidak Menyentuh Bola
3. Produktivitas terbanyak dalam semua partai di babak penyisihan
"Jika dua atau lebih tim dalam grup yang sama berimbang berdasarkan tiga kriteria di atas, peringkat mereka akan ditentukan sebagai berikut," bunyi pasal Regulasi Piala Dunia 2022.
Jika masih terdapat kesamaan di tahap pertama, maka akan dilakukan pengurangan poin berdasarkan kartu yang didapat selama menjalani fase grup.
Pengurangan satu poin untuk satu kartu kuning, pengurangan tiga poin untuk dua kartu kuning dan minus empat poin untuk kartu merah.
Jika mendapat kartu kuning dan merah secara bersamaan, maka tim yang bersangkutan akan mendapat pengurangan lima poin.
Langkah Kedua
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2022: Cody Gakpo Bikin Gol Lagi, Belanda Ungguli Qatar 1-0 di Babak Pertama
-
Ungguli Ekuador di Babak Pertama, Senegal Buka Peluang ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
-
5 Fakta Menarik Duel Wales vs Inggris, Derbi Britania Raya di Piala Dunia 2022
-
Belanda vs Qatar: 7 Fakta Menarik, Skenario Pertandingan dan Susunan Pemain
-
Wales vs Inggris: Gareth Southgate Diultimatum Mainkan Phil Foden, Jangan Kepala Batu Deh!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia