Suara.com - Berikut empat negara yang diprediksi bakal tumbang di babak perempat final dan gagal melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2022.
Piala Dunia 2022 saat ini memasuki babak perempat final. Total ada delapan negara yang akan bersaing memperebutkan empat tiket ke babak semifinal.
Di babak perempat final ini, banyak negara-negara besar yang masih mendominasi. Bahkan saking banyaknya negara besar yang ada di fase ini, beberapa di antaranya bakal bertemu lebih cepat.
Dengan menggunakan sistem Round-Robin atau hanya satu pertandingan saja, maka delapan tim terbaik di babak ini harus mati-matian untuk bisa meraih kemenangan.
Kemenangan ini bisa didapatkan dari waktu normal atau 90 menit, lewat perpanjangan waktu atau babak Extra Time, atau drama adu penalti.
Dari delapan negara di babak delapan besar ini, nantinya hanya ada empat negara saja yang akan mencapai babak semifinal.
Sedangkan empat negara lainnya akan angkat koper lebih cepat dan kembali ke negara atau klubnya masing-masing sembari menunggu bergulirnya kompetisi.
Setidaknya ada empat negara di babak perempat final Piala Dunia 2022 ini yang diprediksi akan tersingkir dan gagal mencapai babak semifinal. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.
1. Kroasia
Runner Up Piala Dunia 2018 lalu, Kroasia, berpotensi menjadi negara yang gagal melaju ke semifinal dan akan angkat koper pasca babak perempat final ini.
Pasalnya, tim berjuluk Vatreni ini harus bersua kandidat juara, Brasil, yang tampil dominan sepanjang fase grup hingga babak 16 besar.
Di fase grup, Brasil berhasil menjadi pemuncak klasemen. Lalu di babak 16 besar, tim Samba membuktikan kualitasnya dengan menghajar Korea Selatan 4-1.
2. Maroko
Tim kuda hitam Piala Dunia 2022 ini, Maroko, diprediksi langkahnya terhenti di babak perempat final dan tak akan melanjutkan kejutannya hingga babak semifinal.
Hal ini lantaran tim berjuluk Singa Atlas itu akan berjumpa Portugal yang juga moncer sejak fase grup hingga babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Tag
Berita Terkait
-
Luka Modric Ancam Brasil Jelang Perempat Final Piala Dunia 2022: Tim Favorit Juga Bisa Kalah Kok
-
Van Gaal Panaskan Duel Belanda vs Argentina, Serang Balik Angel Di Maria
-
Jelang Inggris vs Prancis, Youssouf Fofana Jawab Ancaman Kyle Walker ke Kylian Mbappe: Silahkan Buktikan
-
Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2022 Malam Ini: Kroasia vs Brasil, Belanda vs Argentina
-
FPF: Ronaldo Tidak Pernah Ancam Keluar dari Timnas Portugal Selama Piala Dunia 2022
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas