Suara.com - FIFA akan jaga ketat pertandingan semifinal Piala AFF 2022 antara Indonesia vs Vietnam. Sebelumnya dalam laga Indonesia vs Thailand, ada insiden penyerangan pemain Timnas Thailand. Ini juga salah satu alasan laga Indonesia vs Vietnam akan dijaga ketat.
Hal itu diungkap media Vietnam The Thao. Dikutip dari Bolatimes, disebutkan FIFA hingga menurunkan 2 pengawas pertandingan.
"Dengan demikian, leg pertama semifinal antara Vietnam dan Indonesia akan memiliki 2 pengawas pertandingan. Ini belum pernah terjadi dan menjadi preseden untuk Piala AFF," tulis The Thao 247 dikutip pada Kamis (5/1/2023).
Media itu pun menyebut Timnas Vietnam merasa tenang dengan keputusan FIFA itu.
"Hingga saat ini Vietnam dapat merasa tenang ketika FIFA meminta PSSI memperketat keamanan dan keselamatan pertandingan," demikian The Thao 247.
"Selain itu, FIFA juga akan mengirimkan staf berpengalaman ke Indonesia untuk memantau pertandingan melawan Vietnam. Konfederasi Sepakbola Asia juga akan mengirimkan petugas keamanan yang bertugas."
Timnas Vietnam akan menjadi lawan Indonesia pada babak semifinal Piala AFF 2022 setelah memastikan diri memuncaki Grup B usai mengalahkan Myanmar dengan skor 3-0 di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa malam.
Pada pertandingan ini Vietnam mengamankan tiga poin berkat gol bunuh diri Kyaw Zin Lwin serta gol dari Nguyen Tien Linh dan Chau Ngoc Quang, demikian catatan AFF.
Kemenangan tersebut mengukuhkan posisi Vietnam di puncak klasemen akhir Grup B dengan torehan 10 poin dari empat pertandingan.
Sedangkan posisi kedua dihuni oleh Malaysia yang mengumpulkan 9 poin dari empat laga.
Selanjutnya Vietnam akan melakoni leg pertama semifinal Piala AFF 2022 dengan bertandang ke markas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat (6/1) mendatang.
Setelah melakoni leg pertama, Vietnam akan menjamu timnas Indonesia di leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi pada Senin (9/1).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan