Suara.com - Sejumlah penggawa Timnas Indonesia bisa tersingkir jika 8 pemain naturalisasi sudah bergabung. Jika mereka dipanggil pada Piala Asia 2023, maka ada beberapa nama yang akan kehilangan tempat.
Sejauh ini, sudah ada delapan pemain naturalisasi yang diprediksi akan segera mendapatkan status sebagai warga negara Indonesia. Mereka bisa jadi ancaman terbesar dan membuat pemain-pemain lokal tersingkir.
Berikut ini daftarnya:
1. Marc Klok – Syahrian Abimanyu
Marc Klok sejauh ini sudah menjadi andalan Shin Tae-yong di lini tengah Timnas Indonesia. Jika gelandang Persib Bandung ini terus menjadi andalan, maka pemain yang paling terancam posisinya ialah Syahrian Abimanyu.
2. Jordi Amat – Rizky Ridho
Jordi Amat memang cukup patut diapresiasi saat memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Bisa jadi, ia bakal menggeser Rizky Ridho dari posisi bek tengah pada Piala Asia 2023.
3. Shayne Pattynama – Edo Febriansyah
Selanjutnya, ada Shayne Pattynama yang proses naturalisasinya akan segera rampung. Saat sudah resmi jadi WNI, dia bisa jadi ancaman terbesar di pos bek kiri. Korbannya bisa jadi Edo Febriansyah.
Baca Juga: Alhamdulillah Timnas Indonesia Dapat Hadiah Ratusan Juta Rupiah Meski Gagal di Piala AFF 2022
4. Sandy Walsh – Yakob Sayuri
Sandy Walsh juga diprediksi sudah bisa memperkuat Timnas Indonesia pada Piala Asia 2023. Di pos bek kanan, Asnawi Mangkualam diprediksi akan tetap bertahan, sehingga Sandy akan menggantikan Yakob Sayuri.
5. Tristan Gooijer – Fachruddin Aryanto
Mantan bek tengah Timnas Belanda U-18, Tristan Gooijer, juga disebut-sebut bakal dinaturalisasi. Jika benar-benar terjadi, Fachruddin Aryanto akan mendapatkan pesaing ketat.
6. Delano van der Heijden – Marselino Ferdinan
Delano van der Heijden menjadi salah satu gelandang serang yang bakal dinaturalisasi PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Eks pemain Timnas Belanda U-18 ini bisa jadi ancaman terbesar Marselino Ferdinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Sekjen Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Gerakan Pangan Murah
-
Dukung Program BRIvolution Reignite, BRI Catat Pertumbuhan Aset Impresif
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
-
Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang
-
Diskon 50 Persen di Subform, Eksklusif Bagi Pengguna Layanan Pembayaran BRI
-
Diskusi 2 Jam di Rutan KPK, Ini yang Dibahas Penasihat Hukum Febrie Adriansyah