- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia enggan merespons kasus korupsi kader Fahd El Fouz di Bogor.
- Fahd El Fouz ditetapkan sebagai tersangka ketiga kalinya setelah terjaring OTT KPK pada Senin 14 September.
- Bahlil juga menolak memberikan keterangan terkait politikus Golkar Nusron Wahid yang terseret kasus dugaan suap.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, enggan merespons kader Partai Golkar sekaligus Ketua DPP Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq yang mencetak hattrick atau untuk kali ketiga menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Terbaru, Fahd terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (14/9).
Bahlil justru mengelak dengan cara menjawab di luar konteks pertanyaan mengenai Fahd. Bahlil justru memberikan jawaban perihal rapat terbatas mengenai energi di Istana.
Padahal, tidak ada pertanyaan mengenai hal tersebut saat Bahlil keluar usai rapat. Wartawan langsung bertanya kepada Bahlil ihwal Fahd.
“Menteri menteri lain kan tadi sudah menjelaskan,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bahlil yang terus berjalan menuju ke mobil kemudian menjelaskan bahwa ia ada jadwal rapat berikutnya.
Ia tidak merespons saat ditanya kembali ihwal Fahd yang mencetak hattrick menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi.
“Aku ada rapat lagi ya,” kata Bahlil
“Dinda dinda mohon maaf ya,” ucap Bahlil kepada awak media yang memberondong pertanyaan terkait Fahd.
Bahlil tidak berusaha menjelaskan mengenai posisi Fahd mengapa masih terus berada di Partai Golkar, menyusul status tersangka yang berulang kali ditetapkan kepada Fahd.
Serupa saat merespons pertanyaan mengenai Fahd, Bahlil juga ogah menjawab saat ditanya mengenai politikus Golkar lainnya, yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Nusron Wahid.
Nama Nusron mencuat setelah empat dari delapan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang ditetapkan diduga merupakan orang kepercayaan Nusron.
“Mohon maaf ya saya lagi rapat lagi ya,’ kata Bahlil yang kemudian masuk ke mobil, lalu memberikan gestur melambaikan tangan," kataya.
Sesaat kemudian Bahlil membuka kaca mobil, tetapi ia juga tidak menjawab pertanyaan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini hanya memberikan finger heart dari dalam mobil sembari tersenyum lebar.
“Makasih ya,” kata Bahlil.