Setelah itu, mereka menghabiskan 50 tahun berikutnya di Liga Selatan, memenangkan Divisi Midland pada 1982–83 dan kemudian merebut gelar Divisi Utama pada 1984–85.
Mereka kemudian dipromosikan ke Liga Utama Aliansi pada tahun 1985, di mana mereka bertahan selama tujuh musim sampai mereka terdegradasi pada tahun 1992.
Cheltenham Town finis sebagai runner-up Divisi Utama Liga Selatan selama empat dari lima musim berikutnya, dan dipromosikan kembali ke Conference tahun 1997.
Di bawah pimpinan pelatih Steve Cotterill, Cheltenham memenangkan FA Trophy 1998 dan kemudian mendapatkan promosi ke Liga Sepak Bola untuk pertama kalinya setelah memenangkan gelar Conference pada 1998–99.
Steve Cotterill meninggalkan klub setelah musim 2001-02, setelah membimbing mereka ke putaran kelima Piala FA dan promosi dengan kemenangan di final play-off Divisi Ketiga 2002.
Usai terdegradasi dan bermain semusm di Divisi Kedua, Cheltenham Town mendapatkan promosi lagi ketika dipimpin pelatih ohn Ward yang membawa mereka memenangkan final play-off League Two 2006.
Pada 2015, Cheltenham Town berada dalam periode kelam. Setelah 16 tahun berada di Football League, mereka terdegradasi lagi ke Liga Nasional.
Namun manajer Gary Johnson memimpin Cheltenham ke gelar Conference dengan penghitungan 101 poin pada 2015–16, menjadikan mereka klub pertama dalam 26 tahun yang segera kembali ke Football League sebagai juara Conference.
Setelah Michael Duff mengambil alih kursi manajer dari Johnson, Cheltenham Town meraih gelar Football League pertamanya dengan merengkuh trofi League Two 2020-2021 untuk kemudian promosi ke League One hingga sekarang.
Baca Juga: Manchester United Imbang Lawan Crystal Palace, Inilah 5 Fakta yang Terjadi
Profil Singkat
Nama: Cheltenham Town
Tahun Berdiri: 1887
Stadion: Whaddon Road (7.066 kapasitas penonton)
Pemilik: David Bloxham
Pelatih: Wade Elliott
Berita Terkait
-
Elkan Baggott Resmi Tinggalkan Gillingham FC, Ini Klub Barunya
-
Hasil Liga Inggris: Manchester City Lakoni Comeback Spektakuler, Kalahkan Tottenham 4-2
-
Arsenal Selangkah Lagi Boyong Leandro Trossard dari Brighton
-
Main Jelek Cenderung Egois di Selhurst Park, Marcus Rashford Gagal Samai Rekor Sensasional Ruud van Nistelrooy
-
Wout Weghorst Debut di Manchester United, Impaknya Langsung Terasa meski Tanpa Gol atau Assist
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda