Setelah setahun di Italia bersama Bari, dia kembali ke Hamburger SV pada tahun 1998. Dia bermain tiga musim lagi, tetapi cedera terus memakan korban.
Di tingkat internasional, Doll mewakili Jerman Timur (29 caps, tujuh gol) dan Jerman bersatu (18 caps, 1 gol).
Penampilan internasional terakhirnya datang pada tahun 1993. Dia adalah bagian dari skuad Jerman untuk Euro 1992 di mana tim tersebut finis sebagai runner-up setelah Denmark.
Thomas Doll sudah malang melintang di dunia kepelatihan. Dia pernah berkarier di Hamburger SV sebagai staf kepelatihan. Tahun 2004 dia menjadi pelatih tim utama.
Di awal masa jabatannya sebagai pelatih di Hamburg, dia menikmati beberapa kesuksesan, menyelamatkan tim dari degradasi di musim pertamanya, memenangkan Piala Intertoto, dan kemudian membawa klub meraih tempat ketiga yang jauh lebih baik di musim 2005-2006. Tapi Thomas Doll dipecat pada 1 Februari 2007.
Pada 19 Mei 2008, Doll mengundurkan diri sebagai pelatih Borussia Dortmund setelah tim finis di urutan ke-13 yang mengecewakan di Bundesliga.
Dia juga pernah menjadi pelatih Al Hilal, klub Arab Saudi pada 20 Juli 2011. Namun dia dipecat pada 22 Januari 2012.
Sementara di Indonesia, Thomas Doll ditunjuk sebagai pelatih Persija sejak 23 April 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan