- Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyoroti dampak ekonomi rokok dalam diskusi di Jakarta pada 19 September 2026.
- Amirsyah meminta negara membandingkan penerimaan cukai tembakau dengan pengeluaran anggaran untuk kesehatan masyarakat.
- Ia menyatakan konsumsi rokok menimbulkan lebih banyak dampak negatif karena biaya kesehatan melebihi pendapatan cukai.
Suara.com - Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari rokok.
Menurutnya, penilaian terhadap rokok dari sisi ekonomi tidak hanya dapat dilihat dari penerimaan yang diperoleh negara, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak lain yang muncul akibat konsumsi rokok.
“Dampaknya negatif lebih banyak dibanding positif,” kata Amirsyah dalam acara Debat Publik Rokok: Halal atau Non-Halal, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Amirsyah kemudian menyoroti penerimaan negara yang berasal dari cukai tembakau.
Ia meminta penerimaan tersebut tidak dilihat secara terpisah, melainkan dibandingkan dengan pengeluaran negara yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan.
Menurutnya, perbandingan tersebut dapat menunjukkan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak ekonomi dari rokok.
“Coba dihitung berapa pendapatan negara untuk cukai tembakau, berapa banyak negara mengeluarkan uang untuk dokter,” ujar Amirsyah.
Ia mengajak agar besaran penerimaan dari cukai tembakau dan pengeluaran negara untuk dokter sama-sama diperhitungkan.
Amirsyah kemudian mengaitkan perbandingan antara penerimaan cukai dan pengeluaran kesehatan tersebut dengan dampak yang ditimbulkan rokok.
Ia mengatakan apabila pengeluaran yang dikeluarkan lebih besar, kondisi tersebut menunjukkan adanya mudarat yang lebih banyak.
“Lebih mahal, artinya apa lebih banyak mudharat,” kata Amirsyah.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini