Suara.com - Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Inter Milan vs Porto akan tersaji di Giuseppe Meazza, Kamis (23/2/2023) pukul 03.00 WIB.
Pertandingan Liga Champions antara Inter Milan vs Porto diprediksi akan berlangsung seru, mengingat misi kedua tim untuk meraih kemenangan demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Bagi Inter Milan, kemenangan di leg pertama menjadi harga mati. Karena kemenangan di laga kandang akan mempermudah langkah mereka di leg kedua yang akan digelar di Stadion do Dragao.
Namun, menghadapi Porto, Inter diprediksi tidak akan mudah memetik kemenangan. Patut diingat, tim berjuluk Dragoes itu tampil di babak 16 besar dengan status jawara grup.
Porto keluar sebagai pemuncak Grup B usai mengungguli Atletico Madrid, Bayer Leverkusen dan juga Club Brugge. Di lima pertandingan terakhirnya di kancah domestik, tim besutan Sergio Conceicao pun tampil perkasa dengan merebut kemenangan.
Sementara Inter Milan yang sempat mengalami inkonsistensi, mulai menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas Serie A Italia. Di lima laga terakhirnya sejak akhir Januari, tim besutan Simone Izaghi belum tersentuh kekalahan.
Nerazzurri membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Salah satu kemenangan tersebut terjadi akhir pekan kemarin, di mana mereka menghabisi Udinese 3-1.
Rekor pertemuan kedua tim pun terbilang cukup imbang, meski empat duel tersebut terjadi di Liga Champions musim 2004-2005 dan 2005-2006.
Pada musim 2004-2005, Inter dan Porto saling berhadapan di babak 16 besar. Di leg pertama yang berlangsung di Portugal, kedua tim bermain imbang 1-1. Namun di leg kedua Inter memastikan tiket ke perempat final usai membungkam Porto 3-1.
Baca Juga: Turki Dihantam Gempa Dahsyat, Bintang Inter Milan Ungkap Pesan Menyentuh
Di musim berikutnya kedua tim berhadapan di fase grup, di mana Porto mengalahkan Inter 2-0 di Stadion do Dragao dan Inter membalas 2-1 di Giuseppe Meazza.
Kini, setelah 18 tahun keduanya kembali berhadapan. Porto yang saat ini menempati posisi dua klasemen dan kandidat kuat juara Liga Portugal punya kesempatan emas untuk membalas kekalahan mereka di musim 2004-2005.
Sementara Inter Milan yang juga menjadi kandidat kuat untuk merebut scudetto musim ini, pastinya ingin mengulang sukses yang mereka torehkan atas Porto satu dekade silam.
Prediksi Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Onana; Skriniar, Acerbi, Bastoni; Darmian, Barella, Brozovic, Hakan Calhanoglu, Dimarco; Lautaro Martinez, Lukaku.
Pelatih: Simone Inzaghi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Milos Raickovic Ungkap Makna Selebrasi Saat Persebaya Menang 4-0 atas PSBS Biak
-
Ledakan Babak Kedua! Rahasia Bernardo Tavares Hancurkan PSBS Biak 4-0 Terungkap
-
Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya
-
Gelandang Asal Brasil Ini Mendadak Galau Bersama Kendal Tornado FC, Ini Penyebabnya
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Pesta Gol Sekaligus 'Antar' PSBS Biak Degradasi
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Arah Angin Berubah! Posisi Tawar Mees Hilgers Kini Pahit, FC Twente Semringah
-
Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS
-
Update Kasus Pasporgate Dean James: Liga Belanda Terancam Chaos!
-
Pemain Keturunan Indonesia Sesumbar Lebih Baik dari Calhanoglu dan McTominay