Suara.com - Dalam sepak bola, nomor punggung adalah sesuatu yang sakral. Maka tak jarang klub-klub di dunia kerap memensiunkkan nomor punggung dari para pemain legendaris atau berjasa banyak untuk tim tersebut.
Kebiasaan memensiunkan nomor punggung untuk menghormati seorang pemain juga dilakukan klub-klub di Indonesia. Tak hanya pemain lokal, penggawa asing juga diberi kehormatan yang sama tingginya.
Selain jadi simbol sebagai penghormatan atas jasa pemain, memensiunkan nomor punggung juga dilakukan beberapa klub untuk menghargai pemain yang meninggal dunia.
Di kancah sepak bola dunia, AC Milan, Ajax Amsterdam, Napoli dan Real Betis mempensiunkan nomor punggung salah satu pemain mereka sebagai bentuk penghormatan.
Franco Baresi misalnya. Dia mendapat kehormatan oleh AC Milan yang memensiunkan nomor punggung 6 yang diikuti nomor punggung 3 untuk Paolo Maldini.
Sementara di Indonesia, Arema FC menjadi salah satu tim yang kerap memensiunkan nomor punggung pemainnya. Di luar itu, ada Persija Jakarta hingga Persebaya Surabaya.
Berikut Tim-tim Indonesia yang Memensiunkan Nomor Punggung Pemain
1. Arema FC
- Achmad Kurniawan (47)
Arema FC memensiunkan nomor punggung 47 milik Achmad Kurniawan untuk mengenang sosok kiper yang meninggal dunia pada 19 Januari 2017 silam.
Baca Juga: Tentukan Satu Slot Liga Champions Asia, Bali United Akan Diadu dengan PSM Makassar
Menurt kabar, kakak kandung Kurnia Meiga ini meninggal karena komplikasi penyakit, mulai jantung, ginjal hingga gangguan pernapasan.
- Kurnia Meiga (1)
Adik kandung dari Achmad Kurniawan juga mendapat penghormatan yang sama dari Arema FC. Bedanya, Kurnia Meiga saat ini masih ada, tetapi kiper yang telah membela Timnas Indonesia sejak 2008 itu terpaksa pensiun karena mengalami sakit.
2. Persis Solo
- Diego Mendieta (33)
Persis Solo pernah memiliki masa suram saat salah satu pemain mereka yakni sosok asing Diego Mendieta meninggal dunia.
Pemain asal Paraguay itu meninggal karena sakit. Kabar meninggalnya sang pemain pun viral dan menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia kala itu.
3. Persebaya Surabaya
Tag
Berita Terkait
-
Borneo FC Menangi Laga Vital Kontra Bali United dengan Style, Pieter Huistra Girang
-
Persis Solo Pincang Ditinggal 5 Pemain, Persib Bandung di Atas Angin?
-
Persib vs Persis Solo: Mampukah Racikan Baru Milla Efektif Redam Lawan
-
BRI Liga 1 Preview Persib vs Persis, Luis Milla Beri Kepercayaan pada Pemain Ini Tampil sejak Menit Awal
-
Profil Nikola Maksimovic, Mantan Bek Napoli yang Dirumorkan Jadi Incaran Persib Bandung
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana