Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin skuad Timnas Indonesia U-22 berada di dalam satu tim. Menurutnya, itu semua demi menjaga kekompakan para pemain.
Sebelumnya, penyerang Timnas Indonesia U-20 Hokky Caraka yang menyampaikan keinginan Jokowi tersebut. Zainudin Amali mengatakan Jokowi berpandangan jika pemain dikumpulkan akan membentuk tim nasional yang tangguh.
Meski demikian, Zainudin Amali belum bisa menjabarkan lebih jauh terkait hal itu. Sebab, masih akan dibicarakan mengingat hal itu berkaitan dengan kompetisi.
"Jadi memang pak presiden itu melihat begini, kan dari beberapa kali mau kumpul timnas training camp, kan ada beberapa lah yang keberatan, terutama pelatih-pelatih. Pokoknya kalau sudah mau main (tim nasional) baru ambil. Gitu," kata Amali saat bincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (4/4/2023).
"Pak presiden melihat bahwa itu tidak cukup. Kayak kemarin beliau sampaikan di SUGBK, kemudian nonton waktu Timnas vs Burundi itu, beliau lihat oh bagus anak-anak. Tapi itu berapa? tiga hari atau apa."
"Jadinya ya sudah gimana anak-anak ini dikumpulkan dalam satu klub, itu bagian belum berkontrak ya. Dan mereka akan diwadahi. Tapi masih begitu. Kita belum bicara secara jauh," terangnya.
Zainudin Amali menjabarkan pemain-pemain Timnas Indonesia U-20 nantinya akan mendapatkan kontrak profesional layaknya bermain di klub. Selain itu, Hokky Caraka dan kawan-kawan bakal mendapat fasilitas seperti jaminan karier dan pendidikan.
"Kan pak presiden sudah tanya. Mereka (pemain) ada yang ingin jadi polisi kemudian kuliah, jadi ASN, presiden sudah bilang ke saya tolong diurus. Ya saya siap pak," tutupnya.
"Ini baru arahan pak presiden. Nanti akan kita kolaborasikan lagi, kita cari kemudian caranya gimana. Apa nambah satu lagi dari 18 (klub Liga 1) atau ambil salah satu dari 18, kan kita belum tahu," pungkasnya.
Baca Juga: Jokowi Bertumpu pada Erick Thohir Selamatkan Indonesia dari Sanksi Berat FIFA
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan