Suara.com - Cristiano Ronaldo memiliki seorang rekan setimnya yang bernama Costina. Alih-alih menekuni profesi sebagai pesepak bola, Costinha justru memilih untuk beralih profesi menjadi pramugara.
Jika merujuk dari laman Transfermarkt, Costinha memiliki nama lengkap Jose Alexandre Graca Rodrigues.
Posisi bermainnya ialah sebagai gelandang tengah dan gelandang serang.
Costinha tercatat lahir di Setubal pada 7 Desember 1985. Dengan kata lain, dia memang satu Angkatan dengan Cristiano Ronaldo yang tercatat lahir pada 5 Februari 1985.
Perjalanan Costinha menimba ilmu sepak bola dimulai bersama klub bernama Vitoria FC. Di klub ini, dia mendapatkan tempaan untuk jenjang pembinaan usia dini.
Setelah itu, pada pertengahan 1998, dia direkrut oleh tim junior Setubal FC untuk bermain di U-15.
Dari sana, levelnya terus menanjak, mulai dari U-17, U-19, Setubal B hingga jenjang profesional Vitoria Setubal.
Setelah itu, Costinha memang sempat berpindah-pindah klub, mulai dari Rio Maior (2007-2008), Montemor (2008), Juv Evora (2008), sampai Operario Lagoa (2009-2010).
Setelah itu, Costinha sempat menjajal karier abroadnya ketika bermain di Spanyol bersama CD Torrevieja (2010-2011), lalu ke Belanda untuk bermain bersama Barendrecht (2011-2013), Nieuwenhoorn (2013-2014), dan terakhir kembali ke Portugal untuk memperkuat Palmelense.
Baca Juga: Al Hilal Tawari Lionel Messi Gaji Rp 6,5 Triliun, 2 Kali Lipat dari Ronaldo
Klub ini memang menjadi pelabuhan terakhir bagi Costinha sebelum mengakhiri perjalanan kariernya di dunia sepak bola pada usia 25 tahun.
Sebetulnya, di level Timnas Portugal usia dini, kiprahnya cukup moncer.
Selain mencatatkan debut di level U-15 bersama Cristiano Ronaldo, dia juga sempat menjajal level U-17, U-19, hingga terakhir U-20.
Menurut laporan yang dirilis The Sun pada Februari 2001, Costinha dan Cristiano Ronaldo sempat mencatatkan debut bersama untuk kejuaraan U-15 pada laga Portugal melawan Afrika Selatan.
Costinha yang saat itu bermain sebagai gelandang bermain bersama Ronaldo yang sukses mencetak gol untuk membawa Portugal menang 2-1 atas Afrika Selatan.
Sayangnya, sejak saat itu, hidup mereka sudah tak lagi sama. Sebab, ada jalur menuju arah berbeda yang diambil oleh masing-masing pemain ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!