Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola mengatakan laga melawan Brighton di Stadion AMEX, Kamis dini hari WIB tadi sangat bermanfaat untuk menjaga level permainan tinggi timnya. Guardiola secara tersirat mengatakan level Brighton tak jauh beda dengan Manchester City.
Dalam laga lanjutan Liga Inggris itu, kedua tim bermain imbang 1-1. City mencetak gol terlebih dahulu melalui Phil Foden di menit ke-25. Lalu 13 menit kemudian tim tuan rumah Brighton membalas dengan mencetak gol penyama kedudukan lewat Julio Enciso di menit ke-38.
“Pertandingan seperti malam ini sangat bermanfaat,” kata Pep, dilansir dari laman resmi Manchester City, Kamis.
“Kami membutuhkan lawan-lawan ini untuk membawa kami ke level maksimal. Sangat bagus bahwa tim-tim ini menjaga kami di level kami,” tambahnya.
Pep mengatakan timnya membutuhkan lawan seperti tim asuhan Roberto De Zerbi itu agar skuatnya tidak menurunkan ritme pertandingan di dua laga final yaitu final Piala FA melawan Manchester United pada Sabtu (3/6) pukul 21.00 WIB di Wembley Stadium dan final Liga Champions melawan Inter Milan pada Minggu (11/6) pukul 02.00 WIB di Atatürk Olympic Stadium.
“Semuanya, tim ada di sana dan itulah mengapa saya sangat, sangat senang karena saya tahu betapa sulitnya itu dan saya tidak ingin kami menurunkan ritme kami sebelum dua final,” ucap Pep.
Gelandang The Citizens Rodrigo Hernandez Cascante atau biasa disapa Rodri juga berpendapat sama dengan pelatihnya.
"Saya pikir itu adalah pertandingan yang bagus, untuk datang ke sini, untuk menaikkan level kami lagi setelah perayaan. Saya senang dengan performanya,” kata Rodri.
Sebelum menghadapi dua laga final (FA Cup dan UCL) pada Juni nanti, Manchester Biru terlebih dahulu akan melakoni satu pertandingan sisa di Liga Inggris musim ini yaitu tandang melawan Brentford pada Minggu (28/5) pukul 22.30 WIB di Gtech Community Stadium.
Baca Juga: Akhiri Laju Kemenangan Man City, Brighton Dipastikan Lolos Liga Europa
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
-
Pemain Keturunan Rp 347 Miliar Tolak Timnas Indonesia Kini Jadi Aset Emas di Liga Inggris
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama
-
Duit Rp1 T Terbuang Sia-sia, Edwin Van der Sar Sayangkan Nasib Onana di MU
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Heboh Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Akun Resmi Serie A Italia: Jay Idzes Aja Bangga!
-
Persiapan Singkat, Persib Bandung Waspadai Parkir Bus Madura United
-
Rekor Pribadi Jordi Amat Pecah di Persija, Musim Perdana Jadi yang Paling Produktif
-
5 Pemain yang Kariernya Melejit Usai Bela Timnas Indonesia
-
Dulu Mereka Bintang Timnas Indonesia Kini Terbuang ke Klub Kecil
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
-
Laurin Ulrich Lebih Prioritaskan Jerman Ketimbang Timnas Indonesia
-
3 Pemain Timnas Indonesia Harus Naik Meja Operasi Akibat Cedera Parah
-
Pemain Keturunan Rp 347 Miliar Tolak Timnas Indonesia Kini Jadi Aset Emas di Liga Inggris