Suara.com - Sosok kiper legenda Inter Milan, Walter Zenga menjadi perhatian setelah menjadi direktur teknik (dirtek) mulai musim 2023-2024. Siapa dia?
Kabar merapatnya Zenga ke Persita ini bahkan dibagikan langsung pakar transfer asal Italia, Gianluca Di Marzio lewat akun Twitter pribadi pada Minggu (28/5/2023).
Menurut Di Marzio, Zenga bakal menjabat sebagai dirtek baru Persita mulai 1 Juli 2023 mendatang atau tepat di awal musim Liga 1 2023-2024.
Usut punya usut, dipilihnya Zenga sebagai dirtek baru Persita juga berkat andil besar seorang Ketum PSSI, Erick Thohir.
Di Marzio menyebut upaya Erick Thohir agar Zenga mau menerima pinangan Persita, selain menjadi dirtek juga jembatan dalam membagi pengalaman sepak bolanya.
Indonesia bukan negara asing bagi Zenga, ia sempat mengunjungi Tanah Air pada akhir Maret lalu bersama Abel Xavier, mantan bek Liverpool.
Lahir pada 28 April 1960, sejak awal karier profesionalnya didapat pada 1978 Zenga merupakan pemain andalan Inter Mian.
Meskipun sempat dijadikan pelapis Ivano Bordon, penampilan yang ditunjukkan Zenga ternyata melebihi ekspektasi banyak pihak.
Hal itu juga yang membuat Bordon akhirnya memutuskan hengkang ke Sampdoria dan Zenga menjadi kiper utama Inter sejak musim 1983.
Baca Juga: Bukan Akira Nishino, Erick Thohir Pastikan Direktur Teknik PSSI dari Jerman, Juni Siap Seleksi?
Sempat beberapa kali dipinjamkan, Salernitana musim 1978-1979, Savona 1979-1980 dan Sambenedettese pada muim 1980-1982.
Sebelum ia kembali ke Inter dan mencatatkan total 473 pertandingan dengan torehan cleansheet sebanyak 194 kali.
Selama 16 tahun di Inter Milan, Zenga yang menjdapat julukan Spiderman akhirnya mengikuti jejak seniornya, Bordon menuju ke Sampdoria.
Meski hanya selama dua musim, Padova menjadi labuhan selanjutnya Zenga hingga kariernya berakhir di Major League Soccer (MLS) bersama New England Revolution musim 1997-1999.
Di level Timnas Italia, Zenga merupakan pemegang rekor tanpa kebobolan selama 571 menit mulai 1990 hingga saat ini.
Karena itulah Zenga sukses menyabet gelar sebagai kiper terbaik sepanjang masa oleh IFFHS, namanya pun melegenda tak hanya di Italia tetapi seantero dunia.
Berita Terkait
-
Heboh! Persita Tangerang Tunjuk Kiper Legenda Italia Walter Zenga Jadi Direktur Teknik, Ada Andil Erick Thohir
-
Rekomendasi Erick Thohir, Legenda Italia Berlisensi UEFA Pro Bantu Sepakbola Indonesia Datang Juli
-
Hasil dan Klasemen Liga Italia: AC Milan Amankan Tiket Liga Champions usai Gebuk Juventus, Lazio Geser Inter
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia