Suara.com - Melihat deretan pemain asing Asia Tenggara atau ASEAN yang bermain di Liga Kamboja musim ini, di mana salah
satunya ada pemain asal Indonesia, yakni Rafli Mursalim.
Belakangan sepak bola Asia Tenggara mulai menerapkan aturan pemain asing ASEAN untuk kompetisi yang digelar
di negaranya.
Sejatinya aturan ini sudah lama diterapkan oleh berbagai negara-negara Asia Tenggara. Tapi, belakangan
aturan ini kembali dihidupkan di kompetisi-kompetisi lainnya.
Salah satunya adalah Liga 1 atau kompetisi sepak bola Indonesia yang menerapkan adanya aturan pemain asing
ASEAN untuk musim 2023/2024 ini.
Aturan pemain asing ASEAN ini terangkum dalam aturan 5+1, yakni setiap klub diperbolehkan memboyong enam
pemain asing dengan catatan lima pemain asing bebas dan satu pemain asing Asia Tenggara.
Tak hanya kompetisi Liga 1 saja, Liga Kamboja juga musim ini menerapkan aturan setiap klubnya diperbolehkan
memboyong satu pemain asing ASEAN.
Berbeda dengan Indonesia yang pernah menerapkan aturan ini jauh-jauh hari, Liga Kamboja sendiri baru
menerapkan aturan pemain asing ASEAN-nya di musim ini.
Tak ayal adanya aturan tersebut membuat 10 klub yang berlaga di kasta teratas Kamboja atau Cambodia Premier
League, memboyong para pemain asing dari negara Asia Tenggara lainnya.
Dari 10 pemain asing ASEAN di Liga Kamboja musim ini, pemain Asia Tenggara yang didatangkan pun terbilang
merata bila dibandingkan dengan Liga 1.
Baca Juga: Link Live Streaming Persita Tangerang vs Bhayangkara FC di BRI Liga 1, Segera Kick Off
Saat tim-tim Liga 1 lebih dominan memboyong pemain asing ASEAN asal Filipina, Liga Kamboja justru tak segan
memboyong pemain-pemain dari negara Asia Tenggara yang punya ranking rendah seperti Timor Leste.
Berikut daftar 10 pemain asing ASEAN di Liga Kamboja musim 2023/2024 ini yang tersebar di 10 klub berbeda.
1. Mouzinho (Penyerang, 21 tahun, Timor Leste): Visakha FC
2. Jhon Frith (Gelandang, 21 tahun, Timor Leste): ISI Dangkor Senchey FC
3. Zenivio Morientes (Penyerang, 18 tahun, Timor Leste): Kirivong Sok Sen Chey
4. Soe Moe Kyaw (Bek, 24 tahun, Myanmar): Phnom Penh Crown
5. Thiha Zaw (Gelandang, 29 tahun, Myanmar): Prey Veng
6. Delwinder Singh (Bek, 30 tahun, Singapura): Boeung Ket Angkor
7. Sarayut Sompim (Bek, 26 tahun, Thailand): Tiffy Army
8. Bounphachan Bounkong (Gelandang, 22 tahun, Laos): Svay Rieng
9. Pocholo Bugas (Bek Kiri, 21 tahun, Filipina): Angkor Tiger
10. Rafli Mursalim (Penyerang, 24 tahun, Indonesia): Nagaworld FC
(Penulis: Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan