Suara.com - Konsultan Timnas Indonesia U-17, Frank Wormuth menghimbau agar skuad Garuda Asia yang dibawa ke Jerman untuk mengikuti pemusatan latihan alias training camp (TC) sebaiknya lebih sedikit dari yang direncanakan. Kenapa?
Frank Wormtuh telah memantau perkembangan Timnas Indonesia U-17 sejak laga uji coba kontra Barcelona Juvenil A dan Kashima Antlers U-18 di Bali.
Dalam pertandingan tersebut, pelatih Bima Sakti harus melihat anak asuhnya kalah beruntun 0-3 dari Barcelona Juvenil A dan 2-3 dari Kashima Antlers.
Terlepas dari hasil yang diraih, sebanyak 34 pemain yang tersisa di skuad Timnas Indonesia U-17 saat ini akan kembali menjalani seleksi.
Mereka bakal digabungkan dengan 42 pemain hasil seleksi PSSI di 12 kota di antaranya Bandung, Palembang, Gianyar, Jakarta, Tangerang, Samarinda, Solo, Banjarmasin, Medan, Surabaya, Manado, dan Makassar.
Seluruh pemain ini akan dikumpulkan dalam pemusatan latihan di Jakarta pada 15-17 Agustus 2023.
Nantinya, PSSI akan mengerucutkan jumlah pemain ini menjadi 30 orang untuk dibawa mengikuti TC di Jerman pada September hingga Oktober mendatang.
Namun, Frank Wormuth nyatanya ingin skuad yang dibawa ke Jerman lebih minimalis. Hal itu seperti disampaikan Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali.
“Jadi sekarang kan sudah selesai mereka. Kita akan seleksi lagi, mengecilkan (skuad) lagi," kata Zainudin Amali dikutip dari Antara, Selasa (8/8/2023).
"Kan dari skuad yang ada kemudian tambahan 42 pemain dari seleksi 12 kota, dan ini semakin mengerucut sehingga nanti ujungnya yang dibawa ke Jerman itu tinggal sekitar 30-an pemain,” tambahnya.
Menurut Amali, Frank Wormuth ingin skuad yang dibawa ke Jerman lebih sedikit dari rencana PSSI agar pemain yang mengikuti TC benar-benar memiliki kualitas.
“Bahkan kalau bisa, tadi diskusi dengan Frank Wormuth, itu kemungkinan bisa diturunkan lagi," kata Amali.
"Jadi kami mau bahwa yang benar-benar yang sudah kualitas sesuai dengan standar. Tapi sementara ini masih harus seleksi dulu, terutama mereka yang didapatkan dari 12 kota,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!