Suara.com - Pengamat sepak bola Indonesia, Kesit Budi Handoyo menganggap wajar jika publik merasa puas dengan kinerja Erick Thohir sebagai ketua umum PSSI. Pasalnya, apa yang dirasa masyarakat itu sesuai dengan di lapangan.
Apa yang disampaikan Kesit itu menanggapi hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebut mayoritas publik puas dengan kinerja Erick Thohir selama pimpin PSSI. Kesit mengatakan ada beberapa perubahan positif saat eks presiden Inter Milan itu berada di PSSI.
"Masyarakat sudah cukup realistis. Sepak bola itu kan melihatnya gampang, masyarakat pasti melihat dan membandingkan fakta sebelumnya dan fakta yang ada saat ini," kata Kesit dalam keterangannya.
"Kalau ada progres yang positif bagi sepak bola Indonesia pasti berujung pada bagaimana kepemimpinan dari organisasi PSSI itu sendiri," jelasnya.
Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.206 responden itu, ditemukan bahwa 80,6 persen dari keseluruhan responden mengaku puas dengan kinerja Erick memimpin PSSI dengan rincian 28,2 persen sangat puas dan 52,4 persen cukup puas.
Kemudian 91,4 persen yang merupakan penggemar klub sepak bola seperti Persija, Persebaya, Arema, Persib, PSM, dan lain-lain, menyampaikan kepuasannya terhadap kinerja Erick, dengan 34,9 persen merasa sangat puas dan 56,5 persen cukup puas.
"Artinya ketika ada perkembangan yang positif dsri sepak bola Indonesia apakah kompetisi atau tim nasional, lalu sanksi yang tegas, semuanya memperlihatkan kemajuan pasti imbasnya adalah kepemimpinan di PSSI itu dinilai membaik. Jadi kalau pak Erick memiliki tingkat kepuasan yang tinggi ya lumrah," ia menambahkan.
Kepercayaan masyarakat terhadap Erick Thohir juga bakal berubah andai ada penurunan dalam hal kepemimpinan. Oleh karena itu, ia berharap perbaikan terus ditingkatkan karena pekerjaan mengurus sepak bola Indonesia sangat banyak.
"Maka hasil yang sudah ditunjukkan selama pak Erick terpilih jadi Ketua umum PSSI harus terus ditingkatkan. Butuh waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki sepak bola Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026