Suara.com - Sandy Walsh membeberkan fakta bahwa pelatih yang pertama kali mengajaknya bergabung dengan Timnas Indonesia bukanlah Shin Tae-yong. Hal itu melainkan Simon McMenemy.
Bek sayap klub Belgia KV Mechelen itu bahkan menjelaskan bahwa Simon McMenemy cuma mengajaknya bergabung dengan skuad Garuda lewat pesan singkat atau DM di Instagram. Kejadian itu terjadi sekitar tujuh tahun silam.
"Saat itu mantan pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy menghubungi saya via DM Instagram dan saya bertemu dengan Ratu Tisha," kata Sandy dalam podcast kanal YouTube Sport77 Official dikutip pada Selasa (24/10/2023).
"Itulah pertama kalinya saya datang ke PSSI dan memberikan dokumen sejak kakek saya, sejak saat itulah saya menuggu, menunggu."
"Sampai akhirnya dua tahun lalu saya dipanggil coach Shin [Tae-yong]," tambahnya.
Sandy Walsh menjelaskan bahwa faktor yang membuatnya yakin memilih Timnas Indonesia meski sejak junior kerap dipanggil Timnas Belanda adalah petuah sang kakek.
"Saya mengingat pesan kakek saya dia selalu bilang pada saya, jika kami tidak terpilih di Belanda cobalah untuk bermain di Indonesia," kata Sandy Walsh.
Kini, impian Sandy Walsh untuk bermain bersama Timnas Indonesia telah terrwujud. Dia menjalani debut pada 8 September lalu dalam laga kontra Turkmenistan, dan hingga kini telah memiliki tiga caps bersama Garuda.
Berita Terkait
-
Media Internasional Ramal Timnas Indonesia Bakal Kelabakan Lawan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Posisi Bermainnya Sama, Sandy Walsh Ungkap Hubungannya dengan Asnawi Mangkualam
-
Shin Tae-yong Minta Skuad Garuda Gunakan Ilmu di Timnas Indonesia Dipakai di Klub Asal
-
Soroti Kedisiplinan Makan Pemain Indonesia, Sandy Walsh: Beberapa Masih Banyak Konsumsi Cokelat
-
Irak Umumkan Stadion untuk Jamu Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim