Suara.com - Bek kanan timnas Indonesia, Sandy Walsh meyoroti masalah kedisiplinan pemain skuad Garuda terkait makanan. Ia mengungkapkan ada beberapa yang banyak mengkonsumsi cokelat.
Timnas Indonesia saat ini memiliki banyak pemain potensial. Hal tersebut juga diakui oleh Sandy Walsh yang hadir di YouTube Sport77 Official.
"Banyak sekali yang berbakat, potensial. Saya merasa senang melihatnya. Mereka juga mendapatkan kesempatan bermain," ucap Sandy Walsh.
Lebih lanjut, pemain KV Mechelen ini mengapresiasi bahwa banyak pemain muda yang ingin bermain di Eropa serta memiliki ambisi besar.
Akan tetapi, pemain berusia 28 tahun ini menyoroti soal kedisiplinan makan. Sebab, ia melihat beberapa pemain terlalu banyak mengkonsumsi makanan kurang sehat.
"Sangat banyak talenta, jadi untuk masa depan sepak bola Indonesia, saya rasa kita berkembang pesat dan dengan talenta muda berbakat, kita bisa terus berkembang. Tapi mereka butuh kedisiplinan," ujar Sandy lagi.
"Kadang ketika kita sarapan atau makan bersama. Saya melihat ke piring mereka, saya melihat beberapa pemain membawa banyak cokelat. Saya bilang kalian harus berhenti, itu tidak baik, sesekali boleh, tapi tidak boleh sering," imbuhnya.
Menariknya para pemain mau mendengarkan saran tersebut. Sandy Walsh mengatakan bahwa skuad Garuda saat ini sedang belajar.
"Mereka mau mendengarkan (saran) dan mau belajar. Pendisiplinan akan membuat mereka lebih baik lagi," tegasnya.
Terlepas dari itu, Sandy Walsh juga sudah ditunggu lagi jadwal padat bersama timnas Indonesia. Selanjutnya skuad Garuda akan tampil melawan Irak dan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada November mendatang.
Berita Terkait
-
Kelakar Sandy Walsh: Siap Balaskan Dendam Evan Dimas ke Bek Timnas Vietnam
-
Sangar! Sandy Walsh Tak Segan untuk Sikut Pemain Vietnam yang Main Kasar
-
Gacor Bareng Timnas Indonesia, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama Justru Apes di Klub
-
Usai Moncer Bareng Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh Sama-sama Apes di Klub
-
Sandy Walsh Kritik Pembinaan Pemain Muda di Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey