Suara.com - Persija Jakarta mengalami kekalahan perdana di kandang saat menjamu RANS Nusantara di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (22/10/2023) malam. Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan RANS di laga itu.
Sebetulnya, saat tertinggal 1-2 dari tim tamu, Macan Kemayoran --julukan Persija-- mempunyai banyak peluang untuk menyamakan kedudukan. Salah satunya pada menit 94’.
Witan Sulaeman memanfaatkan bola liar dengan menendang bola ke arah gawang. Tembakan Witan itu membentur mistar gawang dan terbukti sempat masuk melewati garis gawang sebelum akhirnya keluar lagi.
Sayangnya, bola yang sudah masuk ke dalam gawang itu tidak dianggap gol oleh wasit. Witan pun menceritakan apa yang terjadi di depan matanya saat itu.
Eks pemain Lechia Gdansk itu menyayangkan keputusan wasit yang berujung pada kegagalan Persija menyamakan kedudukan. Tentu ini menodai rekor tak terkalahkan Persija di kandang.
“Menurut saya pribadi dan rekan satu tim semua beranggapan bola sudah masuk. Memang kejadiannya sangat cepat dan putaran bola begitu cepat sehingga bola yang saya tendang keluar kembali,” ucap Witan dilansir dari laman klub, Jumat (27/10/2023).
“Mungkin hampir semua orang sudah melihat rekamannya. Tentu saja saya, rekan satu tim, pelatih, dan ofisial sangat syok dan kecewa dengan keputusan wasit beserta hasil yang kami raih,” katanya lagi.
Di luar itu, pemain yang sempat berbaju PSIM Yogyakarta itu menambahkan dirinya dan kawan-kawa pun harus banyak membenahi cara bermainnya agar bisa kembali meraih tiga poin.
Witan tahu permainan timnya tidak begitu bagus. Apalagi, Macan Kemayoran sudah tidak merasakan kemenangan di enam laga kandang terakhir.
“Terlepas dari itu (keputusan kontroversial), banyak aspek yang harus kami benahi,” pungkas penggawa Timnas Indonesia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim