Suara.com - Timnas Indonesia memiliki stok melimpah pemain keturunan yang berposisi sebagai pemain bertahan, mulai dari bek tengah hingga bek sayap.
Di bawah komando Shin Tae-yong, Timnas Indonesia tetap mengandalkan para pemain keturunan yang dipilih berdasarkan seleksi ketat.
Tak hanya soal keahlian dalam bermain, status dan latar belakang sang pemain juga memberi dampak signifikan bagi para pemain dipilih.
Selain itu solid dalam bermain menjadi syarat mutlak, apalagi bermain di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Para pemain keturunan ini tidak dipilih secara sembarangan, melainkan melalui proses yang memang sangat ketat dan tidak asal-asalan.
Lantas siapa saja para pemain keturunan yang berposisi sebagai pemain bertahan? berikut ini di antaranya daftarnya.
Bek Tengah
Elkan Baggott dan Jordi Amat, dua bek beda generasi yang sangat berharga bagi Timnas Indonesia tak hanya saat ini tapi juga di masa depan.
Jordi Amat saat ini berstatus pemain andalan Timnas Indonesia, di usianya saat ini pengalaman berharga bisa ditularkan ke pemain muda.
Salah satunya ke Elkan Baggott, dengan menempati posisi yang sama yakni bek tengah sosoknya dan Jordi merupakan cerminan bek saat ini dan masa depan.
Meski masih harus bersaing dengan sederet talenta dalam negeri, seperti Rizky Ridho dan Wahyu Praestyo.
Selain itu Timnas Indonesia masih akan diperkuat pemain keturunan yang baru, Jay Idzes dengan proses naturalisasi yang bakal segera rampung.
Bek Sayap Melimpah
Sandy Walsh dan Shayne Pattynama merupakan pemain yang sudah nyetel dengan permainan Timnas Indonesia saat ini.
Kualitas bermain yang dimiliki membawa kedua pemain tersebut langsung menjadi idola para penikmat sepak bola Tanah Air.
Selain keduanya, Timnas Indonesia juga bakal segera menyambut dua pemain keturunan lain di posisi bek sayap.
Yakni Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On, proses naturalisasi keduanya sedang berjalan dan diharapkan selesai sebelum Piala Asia 2023 digelar.
Kontributor: Eko
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-17 Menang Mati-matian Hadapi Ekuador, Jokowi: Ya, Memang Ranking-nya Beda
-
Pratama Arhan Ngeluh ke Azizah Salsha: Aku Kurang Sayang Apa sama Kamu?
-
Tatap Laga Kedua, Ini 3 Kekurangan Timnas Indonesia U-17 yang Harus Diperbaiki
-
Profil Ikram Al Giffari, Kiper Timnas Indonesia U-17 yang Tampil Impresif Lawan Ekuador
-
Tak Cuma Bantu Timnas Indonesia U-17, Ji Da Bin Punya Misi Terselubung di Piala Dunia U-17 2023
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan