Suara.com - Para pemain Indonesia yang pernah berkarier di Liga Jepang tidak pernah menemui sukses besar. Karier mereka bahkan berjalan singkat.
Level sepak bola Jepang yang sudah sangat maju nyatanya belum mampu membuat para pemain yang punya kesempatan mentas di sana, bisa bertahan lama dan bersaing.
Lantas, siapa saja pemain Indonesia yang punya karier singkat di Liga Jepang?
Bek kiri Timnas Indonesia ini menjadi pemain Indonesia terbaru yang punya karier singkat di Liga Jepang. Ia resmi meninggalkan Tokyo Verdy, klub J2 League, usai kontraknya habis Desember 2023.
Sebelumnya, Pratama Arhan dikontrak dua tahun oleh Tokyo Verdy sejak awal 2022. Namun selama dua musim di sana, Arhan sulit mendapatkan menit bermain.
Pemain berusia 21 tahun tersebut cuma memainkan empat laga kompetitif. Rinciannya, dua kali main di J2 League dan dua kali di Emperor’s Cup.
2. Ricky Yacobi
Mundur jauh ke belakang, Ricky Yacobi menjadi orang Indonesia pertama yang menjejakkan kakinya di Liga Jepang saat bergabung ke Matsushita pada 1988 yang kemudian menjadi Gamba Osaka pada 1991.
Baca Juga: Irak Jadi Lawan Pertama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Jesus Casas Tebar Ancaman
Selama bermain untuk Matsushita di Liga Jepang, Ricky Yacobi kesulitan menunjukkan performa terbaiknya dengan hanya menyumbang satu gol dari enam penampilan.
Petualangan pertama Stefano Lilipaly di sepak bola Asia dimulai dengan membela Consadole Sapporo pada 2014 usai diboyong dari Almere City.
Namun hanya bertahan satu musim di Jepang, Lilipaly pulang ke Indonesia untuk membela Persija Jakarta. Bersama Sapporo, Lilipaly hanya tampil dalam satu laga.
Irfan Bachdim direkrut oleh Ventforet Kofu pada 2014. Namun, pemain naturalisasi Indonesia itu cuma bertahan satu musim dengan tampil dua kali di J1 League.
Setelah dari Kofu, Bachdim pindah ke Consadole Sapporo pada 2015. Di sini, Bachdim tampil cukup apik dengan total 10 pertandingan dalam dua musim dan mencetak satu assist.
Kontributor: Aditia Rizki
Tag
Berita Terkait
-
Beda Performa Egy Maulana Vikri dan Pratama Arhan usai Menikah
-
Pratama Arhan Dirangkul Lucinta Luna, Azizah Salsha: Sharing is Caring
-
Adik Ipar Egy Maulana Vikri Disorot Netizen karena Peluk Azizah Salsha di Acara Pernikahan
-
Biodata dan Pekerjaan Ayah Pratama Arhan, Sosok Sederhana Mertua Azizah Salsha
-
Selebrasi Bucin Egy Maulana untuk Istri Disorot Netizen, Dibandingkan dengan Pratama Arhan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan