Suara.com - Melihat tiga momen Jordi Amat melakukan blunder di tiga pertandingan terakhir Timnas Indonesia, sehingga menghasilkan hasil minor bagi skuad Garuda.
Nama pemain naturalisasi, Jordi Amat, tengah menjadi sorotan belakangan ini usai dianggap mengalami penurunan performa bersama Timnas Indonesia.
Penurunan performa ini tak lepas dari sederet blunder yang dilakukannya sehingga merugikan Timnas Indonesia di setiap pertandingan yang ia mainkan.
Terbaru, blunder dilakukan pemain berusia 31 tahun itu kala Timnas Indonesia menjalani laga persahabatan kontra Libya, Selasa (2/1) kemarin malam WIB.
Dalam laga tersebut, bek yang membela Johor Darul Ta’zim itu melakukan blunder dengan kehilangan penguasaan bola di lini tengah pada masa Injury Time babak kedua.
Karena blundernya itu, bola pun berhasil direbut Alaa Al Qajdar yang kemudian mencetak gol spektakuler dari tengah lapangan dan membuat Timnas Indonesia kalah 0-4 dari Libya.
Blunder tersebut pun menambah panjang daftar blunder Jordi Amat dalam tiga laga terakhirnya bersama Timnas Indonesia yang berujung pada hasil minor.
Berikut sederet momen blunder yang dilakukan Jordi Amat dalam tiga pertandingan terakhir Timnas Indonesia secara beruntun.
1. Blunder untuk Gol Kedua Libya
Baca Juga: Maarten Paes Diprediksi Media Amerika Bakal Bela Timnas Indonesia Maret 2024
Sebelum melakukan blunder yang berujung gol keempat Libya, Jordi Amat juga melakukan blunder untuk gol kedua yang dicetak lawan uji coba Timnas Indonesia tersebut.
Blunder tersebut terjadi di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-57. Pemain Libya yakni berhasil Omar Al Khoja berhasil mencetak gol memanfaatkan kemelut di pertahanan Timnas Indonesia.
Dalam kemelut itu, Jordi Amat salah dalam menyapu bola, di mana bola sapuannya terbilang pelan sehingga mendarat di kaki Al Khoja yang berhasil mencetak gol dari dalam kotak penalti.
2. Blunder untuk Gol Filipina
Sebelum bertarung melawan Libya, Jordi Amat membuat blunder fatal kala Timnas Indonesia bertanding melawan tuan rumah Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam pertandingan itu, mantan bek Espanyol itu melakukan blunder dengan kehilangan penguasaan bola di lini tengah. Bola yang dikuasainya mampu direbut lawan dengan mudah dan berujung serangan balik cepat.
Berita Terkait
-
Maarten Paes Diprediksi Media Amerika Bakal Bela Timnas Indonesia Maret 2024
-
3 Hal Positif Timnas Indonesia Usai Dicukur Libya 0-4
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Libya Leg II: Shin Tae-yong Turunkan Skuad Terbaik!
-
Timnas Indonesia Dibantai 4 Gol, Shin Tae-yong Disentil PSSI Gara-gara Kebanyakan Eksperimen
-
Shin Tae-yong Minta Suporter Tak Khawatir usai Timnas Indonesia Dibantai Libya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien