Suara.com - Gencarnya naturalisasi di tubuh Timnas Indonesia jadi bahan sorotan pengamat sepak bola Bung Binder. Dia memberikan dukungan penuh terhadap program naturalisasi yang saat ini tengah digalakkan oleh Timnas Indonesia.
Meskipun program naturalisasi Timnas Indonesia menuai pro dan kontra. Bung Binder berpendapat bahwa program tersebut seharusnya terus dijalankan oleh PSSI.
Dalam pandangannya, penambahan pemain diaspora merupakan langkah positif, asalkan mereka memiliki garis keturunan Indonesia, hal ini diungkapkan langsung oleh Bung Binder melalui akun YouTube Hasani's Corner.
"Kalau menurut saya tambah saja lagi pemain diaspora, apa salahnya, tapi harus punya garis keturunan Indonesia, itu yang utamanya dulu."
Meski beberapa pihak khawatir bahwa program naturalisasi dapat mengurangi peluang bagi pemain lokal, Bung Binder justru melihatnya sebagai motivasi tambahan bagi para pemain dalam negeri.
"Kenapa harus takut kalian para pemain lokal, tidak perlu takut pemain yang dari kompetisi domestik. Bersaing dong untuk masuk ke timnas," tegasnya.
Menurutnya, untuk memperkuat Timnas Indonesia, diperlukan perekrutan empat hingga lima pemain baru melalui naturalisasi.
Bung Binder menekankan bahwa kehadiran pemain naturalisasi tidak menjamin tempat utama dalam tim.
Ia mencontohkan pengalaman Shin Tae-yong yang telah membuktikan bahwa tidak semua pemain naturalisasi dapat langsung mendapatkan tempat di timnya.
Baca Juga: Korea Selatan Bantu Timnas Indonesia, Ekspos Kelemahan Irak Jelang Piala Asia 2023
Bung Binder juga mengecam pandangan bahwa pemain naturalisasi dapat merugikan potensi pemain lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan
-
Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial
-
Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol
-
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular