Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB
Ilustrasi pembayaran digital. [Ist]
  • Volume transaksi digital blu by BCA Digital melonjak 186 persen hingga Agustus 2026.
  • Transaksi bluValas lintas negara melonjak signifikan pada semester I-2026 dengan berbagai mata uang populer.
  • Direktur Bisnis Aditya Wahyu Windarwo menyatakan arah pengembangan berikutnya adalah memperkuat ekosistem layanan finansial.

Suara.com - Pembayaran digital kini tak lagi sebatas scan kode QR. Teknologi ini berkembang ke berbagai bentuk, mulai dari QRIS dengan beragam metode, e-wallet, pembayaran tagihan hingga transaksi valuta asing untuk kebutuhan global.

Data hingga 31 Agustus 2026 menunjukkan perubahan tersebut. Dalam tiga tahun terakhir, volume transaksi digital di luar transfer melonjak 186 persen menjadi Rp13,13 triliun, dengan QRIS menyumbang 36 persen dari total volume.

Frekuensi transaksi QRIS sendiri naik 124 persen secara tahunan (YoY), didukung QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap.

Pembayaran Digital Makin Terhubung

Frekuensi transaksi e-wallet tumbuh 71 persen YoY, sementara bluPayment naik 56 persen dengan dukungan lebih dari 100 partner. Transaksi pembayaran dan pembelian atau biller juga meningkat 44 persen YoY, seiring penambahan tiga kategori dan lebih dari 300 biller.

Perkembangan ini menjadi bagian dari perjalanan blu by BCA Digital yang memasuki lima tahun operasi. Layanan digital tersebut kini tidak hanya digunakan untuk pembayaran, tetapi juga kebutuhan finansial lainnya.

Head of Retail & Digital Business BCA Digital, Edwin Tirta mengatakan, pengembangan produk diarahkan pada kebutuhan nyata pengguna.

“Inovasi produk di blu tidak pernah lahir dari asumsi di dalam ruang rapat, melainkan dari mendengarkan friksi nyata yang dihadapi nasabah,” ujar Edwin di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Dari QRIS hingga Transaksi Global

Teknologi pembayaran juga mulai menjangkau transaksi lintas negara. Pada semester I-2026, jumlah transaksi bluValas melonjak 435 persen YoY, sedangkan volumenya tumbuh 535 persen YoY.

Transaksi Gen Z meningkat 356 persen YoY, sementara milenial naik 273 persen YoY. Frekuensi transaksi internasional secara keseluruhan tumbuh 29 persen, dengan volume naik 60 persen.

Transaksi global dapat dilakukan melalui kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card dalam berbagai mata uang populer, termasuk USD, EUR, GBP, SGD, JPY, AUD, CNY, dan HKD.

Bukan Lagi Sekadar Alat Bayar

Perubahan juga terlihat pada layanan finansial. Pengguna bluSaving tumbuh 38 persen YoY, bluGether 47 persen, bluBisnis 37 persen, dan bluRDN 225 persen.

Melalui integrasi Banking-as-a-Service (BaaS), transaksi di sektor gaya hidup juga tumbuh lebih dari 50 persen. Groceries & Necessities naik 70 persen, Cinema 60 persen, transportasi publik dan perjalanan 54 persen, serta Food & Beverages 51 persen.

Direktur Bisnis BCA Digital, Aditya Wahyu Windarwo mengatakan, arah pengembangan berikutnya akan memperkuat keterhubungan ekosistem.

Jumpa pers bluPress Award di Jakarta, Rabu (16/9/2026). [blu]

“Fokus kami adalah deepening ecosystem,” ujar Aditya.

Lima tahun perjalanan blu menunjukkan bagaimana teknologi pembayaran berkembang dari sekadar alat transaksi menjadi ekosistem yang menghubungkan pembayaran, pengelolaan dana, investasi, gaya hidup hingga kebutuhan transaksi global.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com