Suara.com - Mengenal lebih jauh sosok Matthew Steenvoorden, pemain keturunan Belanda-Indonesia yang belum lama ini bergabung klub Malaysia.
Adapun klub Malaysia yang jadi pelabuhan baru Matthew Steenvoorden sendiri adalah tim kasta teratas yakni Terengganu FC.
Dilaporkan oleh media-media Malaysia, pemain yang kini berusia 31 tahun itu akan bergabung Terengganu FC untuk musim 2024/2025.
Kedatangannya sendiri nantinya akan menggantikan bek asing asal Uzbekistan yakni Sardor Kumaltov yang telah meninggalkan Terengganu FC.
Uniknya, kepindahan pemain yang akrab disapa Steenvoorden tersebut ke Malaysia berbarengan dengan ambisinya membela Timnas Indonesia.
Ya, beberapa waktu silam Steenvoorden sempat menyatakan dirinya tertarik membela Timnas Indonesia karena dirinya punya darah keturunan.
Kabarnya, asisten Shin Tae-yong yakni Kim Jong-jin disebutkan sempat mengikuti akun Steenvoorden di Instagram. Sayangnya, tak ada perkembangan soal naturalisasinya.
Melihat komposisi Timnas Indonesia saat ini, tentu sulit bagi Steenvoorden untuk bisa membela Timnas Indonesia, mengingat banyaknya pemain keturunan dan naturalisasi di lini belakang.
Terlepas dari keinginannya membela Timnas Indonesia itu, menarik untuk mengupas rekam jejak Matthew Steenvoorden. Berikut profilnya.
Baca Juga: Deretan Pemain Keturunan yang Tolak Perkuat Timnas Indonesia, Terbaru Ada Wonderkid Tottenham
Keturunan Semarang
Matthew Steenvoorden merupakan pesepak bola berpaspor Belanda yang lahir di Leidschendam pada 9 Januari 1993 silam.
Steenvoorden sendiri memiliki darah Indonesia dari sang kakek. Diketahui, kakeknya sendiri lahir di Semarang, Jawa Tengah.
Steenvoorden diketahui menapaki kariernya di kancah sepak bola di Belanda. Dulunya, ia sempat bermain bagi akademi Forum Sport dan Feyenoord Rotterdam.
Bersama Feyenoord, Steenvoorden pun berhasil menembus kancah profesional pada 2011. Hanya saja, dirinya langsung dipinjamkan ke Excelsior dan FC Dordrecht sejak 2012 hingga 2015.
Karena seakan tak memiliki kesempatan bermain reguler bersama Feyenoord, Steenvoorden kemudian hijrah ke FC Dordrecht pada 2015 secara permanen.
Berita Terkait
-
Deretan Pemain Keturunan yang Tolak Perkuat Timnas Indonesia, Terbaru Ada Wonderkid Tottenham
-
Kampanye Stop Diskriminasi Lokal-Keturunan, Timnas Indonesia Dapat Sanjungan
-
Makan Malam Bareng Erick Thohir, Maarten Paes Segera Resmi Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Maarten Paes Disebut Sudah di Indonesia, Jalani Proses Naturalisasi?
-
Profil Meshaal Osman, Pemain Keturunan Sudan yang Dipanggil ke Timnas Indonesia U-20
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga
-
Usaha Mencintai Hidup: Belajar Bangkit Ketika Hidup Tak Lagi Seperti Dulu
-
Izin Tambang Galian C di Luwu Disorot: Warga Tak Dilibatkan, DPRD Turun Tangan
-
Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801
-
Intip Harta Kekayaan Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Baru Pilihan Prabowo
-
India Remehkan Indonesia, Turunkan Skuat Pelapis di FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Alasan Ini
-
Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK
-
5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review
-
Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
-
The Last House Seharusnya Menjadi Film Tentang Keluarga Bukan Monster